Tautan-tautan Akses

Mayoritas Rakyat Jepang Dukung Diakhirinya Penggunaan PLTN


Reaktor utama PLTN Fukushima Jepang yang rusak akibat bencana gempa dan tsunami.

Reaktor utama PLTN Fukushima Jepang yang rusak akibat bencana gempa dan tsunami.

Hasil survei menunjukkan, 74 persen rakyat Jepang ingin penggunaan tenaga nuklir sebagai sumber energi dikurangi secara bertahap setelah terjadinya bencana Fukushima.

Suatu survei baru mendapati hampir tiga per empat rakyat Jepang menyatakan mereka ingin penggunaan tenaga nuklir sebagai sumber energi dikurangi secara bertahap setelah bencana PLTN Fukushima.

Survei oleh harian Asahi itu dilakukan sementara pemerintah masih bergumul dengan krisis nuklir terburuk dunia setelah bencana Chernobyl tahun 1986.

PLTN Fukushima yang lumpuh telah membocorkan radiasi sejak sistem pendinginnya rusak akibat gempa bumi dan tsunami 11 Maret lalu yang menghancurkan reaktor-reaktornya.

Lebih dari 60 persen yang disurvei menyatakan meyakini sumber-sumber energi terbarukan, seperti angin dan matahari, akan menggantikan tenaga nuklir pada masa depan.

Sebelumnya, awal bulan ini sebuah tim pakar internasional yang menyelidiki kecelakaan nuklir di Fukushima mengatakan Jepang meremehkan ancaman tsunami terhadap pembangkit listrik tenaga nuklirnya. Laporan lengkap tim yang beranggota 18 orang itu akan disampaikan dalam pertemuan Badan Tenaga Atom Internasional mulai tanggal 20 Juni di Wina.

Laporan itu juga mengatakan, bencana PLTN Fukushima menunjukkan bahwa para perancang PLTN di Jepang dan di seluruh dunia harus melakukan usaha-usaha yang lebih besar untuk mengantisipasi dan bersiap-siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.

XS
SM
MD
LG