Tautan-tautan Akses

AS

Mayoritas Rakyat AS Percaya Kebencian Terhadap Minoritas Naik Setelah Trump Terpilih


Seorang pendukung Trump bernama Bob bekerja sukarela memperbaiki nisan-nisan makam Yahudi yang dirusak dalam serangan anti-Semitik (28/2). (AP/Jacqueline Larma)

Jajak pendapat umum terbaru menunjukkan 63 persen warga Amerika percaya bahwa tingkat kebencian dan bias atau bersikap berat sebelah terhadap kelompok-kelompok minoritas telah meningkat sejak Donald Trump terpilih menjadi presiden November lalu.

Jajak pendapat yang diumumkan Kamis (9/3) oleh Universitas Quinnipiac di negara bagian Connecticut menunjukkan 32 persen orang yang ditanyai mengatakan tidak ada perubahan, 2 persen yakin justru ada penurunan dan sisanya, 3 persen, tidak memberikan komentar.

Lebih dari tiga perempat peserta jajak pendapat, atau 77 persen mengatakan, sikap berprasangka terhadap kelompok minoritas “sangat” atau “agak” serius. Hampir separuh dari jumlah itu mengatakan bias terhadap warga minoritas itu “sangat serius” dibanding hanya 41 persen yang mengatakan hal itu dalam jajak pendapat terdahulu.

Dalam satu bulan terakhir saja, sentimen anti-Yahudi di Amerika dianggap meningkat tinggi. Tujuh puluh persen warga AS yang ditanya mengatakan bias terhadap orang-orang Yahudi “sangat” atau “agak” serius. Ini naik dari 49 persen dalam jajak pendapat yang diadakan 8 Februari.

“Orang-orang Amerika prihatin bahwa kekuatan-kekuatan anti-Semitis sedang muncul,” kata pejabat jajak pendapat Tim Malloy dari Universitas Quinnipiac. Para responden tidak begitu yakin dengan tanggapan pemerintahan presiden Trump tentang hal itu, kata Malloy lagi. [ii]

XS
SM
MD
LG