Tautan-tautan Akses

May Day 2014, Presiden Terpilih Diharapkan Mampu Perbaiki Nasib Kaum Buruh Indonesia


Kepolisian Jaga Ketat aksi massa buruh di kawasan industri Cikarang dalam peringatan May Day 2014 (VOA/Andylala).

Kepolisian Jaga Ketat aksi massa buruh di kawasan industri Cikarang dalam peringatan May Day 2014 (VOA/Andylala).

Peringatan Hari Buruh International, bertepatan dengan momen jelang pemilihan presiden. Berbagai harapan dan dukungan disuarakan oleh para buruh terhadap siapapun Presiden terpilih nanti.

Peringatan Hari Buruh International atau May Day 2014 di Indonesia, bertepatan dengan momen jelang pemilihan presiden yang akan berlangsung pada Juli mendatang. Berbagai harapan dan dukungan disuarakan oleh para buruh terhadap siapapun Presiden terpilih nanti.

Soni, buruh sektor logam yang ikut dalam aksi peringatan hari buruh di Jakarta Jum’at (2/5) berharap Presiden terpilih mendatang dapat berkomitmen mendukung perjuangan buruh dalam menuntut kenaikan upah.

"Harapan untuk siapapun yang jadi Presiden, untuk bisa mensejahterakan kaum buruh serta guru honorer. Itu untuk kesejahteraan buruh supaya ditingkatkan. Dan kenaikan upah di tahun 2015 bisa naik 30 persen. Serta kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dijalankan," kata Soni.

Sementara itu Widardi buruh sektor otomotif meminta agar Presiden terpilih nanti selain bisa memperjuangkan kenaikan upah buruh, juga mampu memperbaiki sistim pelayanan kesehatan dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang ia nilai belum maksimal pelaksanaannya.

"Harapan kita kedepan seperti tuntutan yang telah kita sampaikan, tahun 2015 kenaikan upah buruh minimal 30 persen. Dan perbaikan BPJS, karena selama ini BPJS yang berjalan pelayanannya belum maksimal," ungkap Widardi.

Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo atau Jokowi menyatakan memahami tuntutan dari para buruh. Jokowi berpendapat pemerintahan mendatang harus lebih memprioritaskan pemerataan kesejahteraan rakyat.

"Pertumbuhan ekonomi itu penting. Tapi lebih penting lagi adalah pemerataan. Jadi jangan sampai nanti yang dapat hanya yang disini tapi yang disana tidak dapat. Saya kira persoalan besar kedepan saya kira adalah pemerataan pembangunan. Pemerataan kue ekonomi," kata Jokowi.

Juru Bicara tim pemenangan Jokowi dari PDI Perjuangan Eva Sundari memastikan, di sektor perburuhan, Jokowi mempunyai program kerja yang akan ia jalankan jika terpilih diantaranya adalah pencabutan sistim buruh kontrak atau alih daya yang dikenal dengan istilah outsourching.

"Yang pasti pak Jokowi melalui kebijakannya di Jakarta (sebagai Gubernur DKI) sudah menunjukan keberpihakan pada buruh ya. Dengan mau menetapkan upah sektoral. Kemudian pak Jokowi juga komitmen ke buruh-buruh perempuan. Dukungannya untuk pengesahan undang-undang Perlindungan Pembantu Rumah Tangga. Lalu berikutnya juga ada permintaan pengesahan revisi undang-undang Perburuhan, pak Jokowi juga setuju. Komitmen lainnya adalah mencabut sistim outsourching," jelas Eva Sundari.

Sementara itu calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dalam orasinya dihadapan ratusan orang buruh di Gelora Bung Karno Jakarta Kamis (1/5), memastikan tuntutan yang selama ini disuarakan, layak didapat oleh para buruh di Indonesia. "Tuntutan kaum buruh, (sudah) saya baca. Dan saya lihat, tuntutan para buruh ini adalah sah dan masuk akal," kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengklaim, mengalirnya dukungan dari para serikat buruh kepada Prabowo Subianto, adalah karena program aksi partai Gerindra mampu menjawab problematika kaum buruh di Indonesia.

"Buruh di Indonesia itu kan sangat besar, dan nasib mereka tidak terlalu baik. Sehingga tentunya mereka pingin punya Presiden yang bisa memberikan harapanlah kepada mereka kedepan. Dan dalam enam program aksi partai Gerindra kelihatannya memberikan harapan buat mereka. Seperti mendapatkan ekstra pendapatan, kemudahan mendapatkan pangan, kemudahan transportasi dan sebagainya secara jelas telah disampaikan oleh Prabowo," ungkap Suhardi.

Peringatan hari buruh internasional masih berlangsung hingga Jum’at (2/5). Di Jakarta, aksi ribuan massa buruh berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia dan berujung di depan Istana Negara Jakarta. Massa buruh datang dari sejumlah daerah seperti Bandung, Purwakarta, Cianjur serta Jabodetabek.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG