Tautan-tautan Akses

Mauritania Gelar Pemilu Meski Oposisi Memboikot


Presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz (kiri) dan Presiden Perancis Francois Hollande dalam sebuah kunjungan di Paris. (Foto: Dok)

Presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz (kiri) dan Presiden Perancis Francois Hollande dalam sebuah kunjungan di Paris. (Foto: Dok)

Sebagian besar partai oposisi memboikot pemilu pertama sejak kudeta militer lima tahun lalu itu, menyebutnya sebuah sandiwara.

Mauritania telah menyelenggarakan pemilihan umum pertamanya Sabtu (23/11) sejak kudeta militer lima tahun lalu, tapi sebagian besar partai oposisi memboikotnya.

Sekitar 1.500 kandidat dari 74 partai memperebutkan 147 kursi di parlemen dan kursi pimpinan di 218 dewan setempat.

Partai Persatuan bagi Republik yang diketuai presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz, diperkirakan akan mempertahankan kekuasaan.

Partai Islamis yang pernah dilarang, Tewassoul, ikut dalam pemilu itu dan diperkirakan akan duduk dalam parlemen untuk pertama kalinya. Partai yang menyerukan diterapkannya Hukum Syariah itu sempat dilarang sampai 2007.

Sebagian besar partai oposisi lainnya memboikot pemilu itu, menyebutnya sebuah sandiwara.

Sekitar sepertiga dari 3.4 juta rakyat Mauritania berhak memilih. Pemilu putaran kedua, jika diperlukan, ditetapkan 7 Desember.

Abdel Aziz terpilih sebagai presiden setahun setelah merebut kekuasaan pada 2008, tetapi koalisi oposisi utama Mauritania tidak mau menerima hasil pemilu 2009.
XS
SM
MD
LG