Tautan-tautan Akses

Masyarakat Tidak Perlu Panik Soal Status Gunung Berapi


Aktivitas Gunung Merapi bulan November 2010 lalu (foto: dok). 19 gunung berapi di Indonesia berstatus waspada, tiga berstatus siaga dan satu berstatus awas merupakan kondisi yang wajar bagi Indonesia, yang merupakan negara dengan gunung api terbanyak di dunia (127 gunung berapi).
Aktivitas Gunung Merapi bulan November 2010 lalu (foto: dok). 19 gunung berapi di Indonesia berstatus waspada, tiga berstatus siaga dan satu berstatus awas merupakan kondisi yang wajar bagi Indonesia, yang merupakan negara dengan gunung api terbanyak di dunia (127 gunung berapi).

Pakar Gempa dan Gunung Berapi dari Institute Teknologi Bandung, Surono, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir status gunung berapi di Indonesia.

Mantan Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, menjelaskan ada 19 gunung api yang berstatus waspada, tiga gunung berstatus siaga serta satu gunung berstatus awas, merupakan kondisi yang wajar mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki gunung api terbanyak di dunia yaitu 127 gunung berapi.

Gunung yang berstatus waspada lanjut Surono tidak sangat berbahaya karena hanya ada kenaikan aktivitas di atas level normal. Gunung yang berstatus waspada tidak mesti berubah statusnya secara cepat menjadi siaga tetapi tergantung aktivitas dari gunung tersebut.

Surono mengatakan gunung api tidak akan meletus tiba-tiba. Ada tahapannya yaitu dari normal kemudian menjadi waspada, siaga dan awas sesuai ancamannya.

Sementara untuk gunung yang menunjukan aktivitas yang dapat berlanjut ke letusan alias siaga, menurut Surono, biasanya masyarakat di wilayah tersebut telah disosialisasikan tentang kondisi gunung dan diberikan pendidikan tentang ancaman bahaya dan antisipasinya.

"Sosialisasi dilakukan bukan hanya pada saat letusan, kita juga melakukan sebelum letusan. Pendidikan terhadap masyarakat terhadap ancaman bahaya dengan cara mengantisipasi hingga saat terjadi letusan," kata Surono.

19 Gunung yang berstatus waspada adalah Gunung Kelud, Raung, Ibu Lewotobi Perempuan, Ijen,Gamkonora, soputan, Sangeangapi,Papandayan,Dieng,Seulewah Agam,Gamalama,Bromo,Semeru,Talang, Anak Krakatau, Merapi, Dukono dan Kerinci.

Sedangkan tiga gunung berstatus siaga yaitu Karangetan,Lokon dan Rokatenda. Sementara gunung yang berstatus awas adalah gunung Sinabung.

Surono menambahkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan memberitahukan tentang kondisi gunung ke pemerintah daerah dan sejumlah pihak. Untuk gunung berstatus waspada, akan diberitahukan apabila aktivitas gunung meningkat. Apabila gunung berstatus siaga, perkembangan kondisinya akan terus diberitahukan satu kali sehari sedangkan untuk status awas, perkembangan kondisinya akan diumumkan setiap 6 jam.

"Bahwa apakah waspada mau meletus, yah masih jauhlah dari perkiraan untuk meletus. Apakah dalam waspada nanti awas seperti Sinabung, belum tentulah," jelas Surono.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan pemberitaan media yang intensif dan berlebihan mengenai peningkatan aktivitas gunungapi seringkali justru menyebabkan dampak negatif di masyarakat.

Masyarakat lanjutnya menjadi cemas dan panik. Kondisi ini menyebabkan obyek-obyek wisata, hotel, pertanian dan aktivitas ekonomi yang berada di luar daerah berbahaya menjadi sepi seperti yang terjadi di Sinabung. Padahal wilayah yang berada di luar daerah berbahaya sangat aman dan dapat beraktivitas seperti biasa.

"Mass media terus menerus menyampaikan pemberitaan seperti itu. Mereka menjadi takut, akhirnya di radius 7 kilometer ikut mengungsi padahal itu tidak termasuk daerah berbahaya. Pengungsi terus bertambah setiap hari. Jadi warga yang tidak harus mengungsi ikut mengungsi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo, Sutopo Purwo Nugroho.

Recommended

XS
SM
MD
LG