Tautan-tautan Akses

AS

Masyarakat Muslim AS Cari Kebenaran, Keadian Sosial dari Kandidat Presiden


Umat Muslim sholat di Masjid Ibrahim, 4 Desember 2015. (R. Taylor/VOA)

Umat Muslim sholat di Masjid Ibrahim, 4 Desember 2015. (R. Taylor/VOA)

Ketika Presiden Obama berpidato tentang teror di San Bernardino dan gelombang Islamophobia pada hari Senin malam (6/12), komunitas Muslim di seluruh dunia menyaksikan dengan seksama.

Di Newark, New Jersey, tidak jauh dari Manhattan, Imam Mustafa El-Amin dari Masjid Ibrahim juga menyaksikan pidato tersebut. Ia mengatakan Presiden Obama melakukan tindakan bijak dengan mengatakan bahwa ISIS dan kelompok teroris lainnya "tidak mewakili Islam sedikitpun" dan banyak korban terorisme di seluruh dunia adalah Muslim.

“Salah satu cara terbaik untuk mengalahkan terorisme adalah menanggap komunitas Muslim sebagai sekutu, daripada menyingkirkan mereka dengan kecurigaan dan kebencian, seperti yang dilakukan oleh beberapa bakal calon presiden dari Partai Republik dan yang lainnya," ujarnya.

Imam Mustafa El-Amin memberikan kita suci Al-Quran pada Gubernur New Jersey Chris Christie, 24 Juli 2012.

Imam Mustafa El-Amin memberikan kita suci Al-Quran pada Gubernur New Jersey Chris Christie, 24 Juli 2012.

El-Amin, seorang pemimpin Muslim Afrika-Amerika yang sangat dihormati di komunitasnya, menyambut pria dan perempuan dari berbagai latar belakang di masjidnya, mulai dari Mesir hingga South Ward, di mana masjid itu berada.

Walaupun El-Amin terdaftar sebagai simpatisan Partai Demokrat, ia memilih Obama dua kali, ia juga menyukai Chris Christie, seorang anggota Partai Republik New Jersey, pada pemilihan presiden 2016. Ia mengatakan yakin bahwa Christie adalah pria yang mempunyai "prinsip" dan tercatat sebagai gubernur membela komunitas Muslim sebagai gubernur. Tapi ia memperingatkan bahwa para pemimpin yang berada di jajaran tertinggi negara Amerika, termasuk Christie, mempunyai tanggung untuk melawan Donald Trump dan siapapun yang membalikkan fakta.

“Saya hanya berharap ia [Christie] bisa, dari sudut pandang saya, tetap menjadi orang yang kita kenal, memegang teguh prinsipnya, walaupun mungkin membahayakannya," kata El-Amin.

Keadilan ekonomi dan sosial

Tidak semua Muslim di daerah itu telah mempunyai pilihan calon presiden. Abdus-Saboor Shakir-Ullah, yang juga seorang Afrika-Amerika yang sudah menjadi jemaah masjid Imam Mustafa selama lebih dari sepuluh tahun, condong memilih Bernie Sanders, tapi ia juga masih mempertimbangkan Hillary Clinton, dan menyebutnya sebagai kandidat terkuat untuk melawan Partai Repubik. Ia mengatakan Sanders menunjukkan perhatian terhadap isu-isu yang berkaitan dengan Islamophobia, dan punya rekor bagus memperjuangkan keadilan ekonomi dan sosial.

“Saya suka dengan banyak hal yang dikatakan Sanders,” ujar Shakir-Ullah. "Walaupun ia merujuk pada aspek-aspek sosial, Islam jelas juga mempunyai aspek tersebut: peduli pada fakir miskin. Saya suka itu.”

Jemaah sholat di Masjid Ibrahim, 4 Desember 2015. (R. Taylor/VOA)

Jemaah sholat di Masjid Ibrahim, 4 Desember 2015. (R. Taylor/VOA)

Steve McFarland, koordinator komunitas akar rumput di Pusat Kegiatan Masyarakat Long Island di New York, mengatakan isu-isu yang terkait keadilan ekonomi adalah isu paling penting bagi komunitas imigran, di samping reformasi imigrasi. Ia merasakan keterikatan di antara kelompok minoritas dan imigran.

“Mengingat keadaan gerakan reformasi imigrasi dan keadaan politik nasional kita, dan karena para imigran menghadapi masalah tidak adanya jaminan di tempat kerja, status hukum, mereka bersatu karena masalah-masalah itu," kata McFarland.

‘Tempat teraman adalah di lingkungan sendiri’’

Terkait dengan komunitas Muslim, Imam El-Amin mengatakan rasa persatuan di lingkungan tempat tinggalnya yang sebagian besar dihuni oleh Afrika-Amerika dan Hispanik semakin kental. Ia menyebut lingkungannya sebagai tempat paling aman bagi para Muslim dan bagi masjidnya.

“Rasa hormat bagi umat Muslim di lingkungan ini, di lingkungan tempat tinggal kami, tinggi. Kami tidak takut ada yang menyerang hanya karena kami Muslim, kata El-Amin. “Kita tidak khawatir tentang siapapun menandai masjid atau melakukan hal-hal seperti itu.” [dw]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG