Tautan-tautan Akses

Masjid Al-Aqsa Philadelphia Jembatani Kolaborasi Lintas Agama


Ada sekitar 63 masjid di kota Philadelphia, salah satunya masjid Al-Aqsa Islamic Society yang didirikan tahun 1989 ini. Bangunan masjid Al-Aqsa sederhana dan tak berkubah. Sebelum disulap menjadi masjid, bangunan ini adalah sebuah gudang perusahaan perabotan.

Namun, kesederhanaan arsitektur ini seperti terkubur oleh keindahan dekorasi tembok luar yang dikenal sebagai “pintu menuju perdamaian.” Komposisi mosaik ini hasil dari kolaborasi lintas agama untuk menjembatani warga Muslim dan non Muslim.

Abdur Rahman, Kepala Sekolah Akademi Islam Masjid Al-Aqsa mengatakan, “Kami gotong royong membuat tulisan ini. Seniman utamanya orang Yahudi. Ketika mendekor masjid ini, kami dibantu warga sekitar, warga Hispanik dan warga Amerika keturunan Afrika. Semua berpartisipasi melukis dan memasang keramik yang indah ini.”

Masjid Al-Aqsa didirikan oleh imigran Muslim asal Palestina. Jamaahnya kemudian berkembang, mencakup warga Muslim dari komunitas lain.

Masjid ini tidak hanya menjadi tempat untuk kegiatan ibadah, tapi sekaligus menjadi pusat kebudayaan dan sekolah akademi Al-Aqsa yang membuka kelas sekolah dasar sampai SMA.

Masjid Al-Aqsa berlokasi di perkampungan yang mayoritas penduduknya non Muslim, namun sampai saat ini belum pernah mengalami gangguan seperti yang dialami sejumlah masjid di Amerika.

Abdur menambahkan, “Kami melakukan banyak kegiatan lintas agama. Setiap tahun ada parade perdamaian menyusuri jalan Philadelphia yang diikuti sekitar 500-600 aktivis perdamaian dan itu berawal dari masjid ini. Jamaah kami membantu mendirikan gerakan perdamaian ini.”

Masih banyak warga Amerika yang berpandangan negatif terhadap Islam. Jamaah masjid Al-Aqsa tidak lantas merasa kecil hati dan menutup diri, tapi justru merangkul warga non Muslim.

XS
SM
MD
LG