Tautan-tautan Akses

Masalah Limbah Nuklir Jepang Masih Belum Terselesaikan


Seorang pekerja mengenakan pakaian pelindung dan masker, memeriksa PLTN Dai-ichi di Fukushima yang dioperasikan oleh TEPCO di Okuma, Fukushima (10/2).

Seorang pekerja mengenakan pakaian pelindung dan masker, memeriksa PLTN Dai-ichi di Fukushima yang dioperasikan oleh TEPCO di Okuma, Fukushima (10/2).

Diperkirakan 13 juta meter kubik tanah beracun masih belum diamankan dan para teknisi masih belum berhasil mengatasi masalah kontaminasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima-1.

Para pakar mengatakan, masalah energi nuklir Jepang memburuk, lima tahun setelah gempa bumi hebat menimbulkan tsunami yang menghancurkan reaktor-reaktor nuklir negara pulau itu.

Sembilan juta meter kubik limbah radioaktif, kebanyakan tanah, masih dibiarkan tersimpan dalam kantung-kantung hitam di berbagai lokasi di Fukushima, sehingga tidak memungkinkan puluhan ribu penduduk kembali ke kampung halaman mereka.

Diperkirakan 13 juta meter kubik tanah beracun masih belum diamankan dan para teknisi masih belum berhasil mengatasi masalah kontaminasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima-1. Sejumlah pejabat pemerintah dan industri mengakui usaha pembersihan, termasuk menonaktifkan reaktor-reaktor yang rusak, akan memerlukan waktu sedikitnya 40 tahun dan dana sebanyak 250 miliar dolar.

Perhitungan waktu dan biaya yang dianggap sangat optimistis oleh beberapa pakar industri, dibuat dengan pertimbangan bahwa segala sesuatunya berjalan tanpa rintangan besar. Seandainya kembali terjadi gempa bumi hebat dan menimbulkan tsunami, Jepang akan mengalami kemunduran besar dalam penanganan limbah nuklir. [ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG