Tautan-tautan Akses

Masa Depan BBC Tidak Pasti, Pemerintah Inggris Tinjau Kembali Pendanaan


Markas besar BBC di London.

Markas besar BBC di London.

Pemerintah konservatif Inggris yang baru terpilih menginginkan lembaga penyiaran BBC yang didanai pemerintah dapat lebih ramping dan hemat di masa depan.

Menteri Kebudayaan, Media dan Olahraga Inggris, John Whittingdale, mengatakan kepada parlemen ia akan meninjau kembali apakah skala dan ruang lingkup BBC masih relevan sebagai bagian dari peninjuan 10 tahun sekali yang akan jatuh tempo tahun 2016.

"Dengan begitu banyak pilihan apa yang dikonsumsi dan bagaimana untuk mengkonsumsinya, kita harus setidaknya mempertanyakan apakah BBC harus mencoba menyediakan segala sesuatunya bagi semua orang, untuk melayani semua orang dalam setiap jenis media ataukan kita harus memiliki misi yang lebih punya target spesifik," katanya.

Whittingdale mengatakan termasuk dalam peninjauan kembali ini adalah pendanaan bagi BBC, skala produksinya dan apakah lembaga penyiaran ini membutuhkan pengawasan sebuah lembaga regulator baru.

Upaya di masa lalu untuk mengutak-atik BBC yang berusia 92 tahun ini telah mengundang kegusaran publik di Inggris, di mana lembaga pemberitaan ini memiliki tempat khusus di hati masyarakat.

Opini terbagi dua antara mereka yang memandang BBC sebagai institusi nasional berharga yang mengekspor budaya Inggris dan menjadi sumber berita obyektif bagi seluruh dunia dan mereka yang melihatnya sebagai lembaga yang 'gemuk' dan terlalu birokratis sehingga tidak dapat bersaing dengan media swasta komersial.

Sebagian besar kritik terhadap BBC datang pers dalam negeri yang cenderung beraliran kanan, yang bersaing dengan BBC dalam pemberitaan online.

BBC mendapat dananya dari iuran televisi yang dipungut oleh pemerintah, memungkinkan lembaga pemberitaan ini untuk mempekerjakan hampir 19.000 orang dengan biaya operasional hampir $8 miliar per tahun (Rp 107 triliun).

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG