Tautan-tautan Akses

AS

Marinir AS Bagikan Mainan untuk Anak Kurang Mampu di AS

  • Deborah Block

Ibu Negara AS Michelle Obama (tengah) saat menyortir hadiah untuk anak-anak bersama Korps Marinir AS Sersan David Hayes (kiri) dan Sersan Catalina Perez (kanan) di Kampanye Program Korps Marinir AS "Toys For Tots" di Joint Base Anacostia-Bolling, Washington (19/12).

Ibu Negara AS Michelle Obama (tengah) saat menyortir hadiah untuk anak-anak bersama Korps Marinir AS Sersan David Hayes (kiri) dan Sersan Catalina Perez (kanan) di Kampanye Program Korps Marinir AS "Toys For Tots" di Joint Base Anacostia-Bolling, Washington (19/12).

Selama hampir 70 tahun, sebuah program yang didukung Korps Marinir AS telah menyumbangkan mainan dan mendistribusikannya kepada anak-anak kurang mampu pada musim liburan.

Natal adalah waktunya berbagi di AS, terutama bagi anak-anak yang mengharapkan hadiah. Tetapi sebagian keluarga tidak mampu membeli hadiah.

Selama hampir 70 tahun, sebuah program yang didukung Korps Marinir AS telah menyumbangkan mainan dan mendistribusikannya kepada anak-anak kurang mampu pada musim liburan. Wartawan VOA Deborah Block melaporkan tentang program tahunan Toys for Tots. ​

Pada musim gugur semangat menyambut Natal dimulai. Autumn, salah seorang murid di kelas usia 4-5 tahun dalam program pendidikan Head Start bagi keluarga kurang mampu di Stafford, Virginia. Hari ini, para siswa memilih hadiah yang disumbangkan oleh program Toys for Tots dan disumbangkan oleh Korps Marinir AS.

Ibu Autumn, Allena Hoe, sangat menghargainya – karena dia sendiri tidak mampu membeli hadiah. “Hadiah itu membuatnya sangat bahagia dan saya ikut bahagia,” kata Allena Hoe.

Puterinya adalah salah seorang dari jutaan anak kurang mampu di seluruh AS yang mendapat kado Natal lewat Toys for Tots. Bagi sebagian anak, itu mungkin satu-satunya mainan yang mereka terima sebagai hadiah Natal.

Perwira Angkatan Laut AS Tee Hanible merasakan benar menjadi anak-anak bernasib demikian, karena dia sendiri dibesarkan dalam keluarga yang miskin di Chicago.

“Saya pernah berada dalam kondisi seperti mereka. Saya dulu tidak punya uang untuk merayakan Natal meskipun saya tahu ibu saya berusaha sebisa-bisanya,” kata Tee Hanible.

Beberapa minggu sebelum Natal, kardus-kardus kosong diletakkan di kantor-kantor dan toko-toko, maksudnya agar orang-orang dapat menyumbangkan mainan baru. Sumbangan kemudian dibawa ke gudang penampungan lalu diambil oleh gereja, organisasi nirlaba dan kelompok lainnya untuk dibagikan di komunitas mereka.

Perwira Angkatan Laut AS Andrew Eichelberger adalah salah seorang koordinator gudang. “Pernah ada anak kecil yang merayakan pesta ulang tahunnya. Dia bukan minta diberikan hadiah ulang tahun, tetapi meminta tamu undangan untuk membawakan mainan yang akan disumbangkan ke Toys for Tots,” kata Andrew.

Di gudang, mainan-mainan itu diproses oleh para marinir dan relawan lainnya. Salah seorang diantaranya adalah mahasiswi Sarah Duncan. “Sepupu saya di South Carolina punya lima anak, dan dia tidak mampu membeli kado Natal untuk mereka semua. Berkat Toys for Tots, mereka bisa merayakan Natal secara menyenangkan,” jelas Sarah.

XS
SM
MD
LG