Tautan-tautan Akses

AS

Mantan Tahanan Korut: Pyongyang Berupaya Jadikan Saya Alat Negosiasi


Kenneth Bae, misionaris Amerika yang ditahan di Korea Utara selama lebih dari dua tahun, memberikan keterangan kepada pers di Joint Base Lewis-McChord, Washington, 8 November 2014 (Foto: dok).

Kenneth Bae, misionaris Amerika yang ditahan di Korea Utara selama lebih dari dua tahun, memberikan keterangan kepada pers di Joint Base Lewis-McChord, Washington, 8 November 2014 (Foto: dok).

Dalam wawancara dengan VOA Jumat lalu, Bae menjelaskan secara rinci cobaan yang membuatnya sebagai warga Amerika yang ditahan terlama oleh Korea Utara sejak Perang Korea.

Kenneth Bae, misionaris Amerika yang ditahan di Korea Utara selama lebih dari dua tahun, mengatakan Pyongyang berusaha menggunakan dirinya sebagai alat tawar-menawar politik.

Dalam wawancara dengan VOA Jumat lalu, Bae menjelaskan secara rinci cobaan yang membuatnya sebagai warga Amerika yang ditahan terlama oleh Korea Utara sejak Perang Korea.

Mantan tahanan itu merilis sebuah memoar berjudul “Tidak Lupa: Kisah Nyata dari Pemenjaraan Saya di Korea Utara” yang diterbitkan minggu ini.

Bae, 47 tahun, warga Amerika kelahiran Korea Selatan, ditangkap di Rason, sebuah kota di timur laut Korea Utara, pada bulan November 2012 karena tuduhan membawa perangkat keras komputer yang berisikan dokumen tentang pekerjaannya sebagai misionaris dan video dokumenter tentang Korea Utara. Bae mengatakan ia tidak merasa membawa barang-barang tersebut, tapi, beberapa bulan kemudian Korea Utara menjatuhkan hukuman 15 tahun kerja paksa karena dituduh berusaha menggulingkan negara itu.

“Bahkan sebelum sidang, mereka mengatakan kepada saya bahwa vonis yang dijatuhkan tidak penting.” Sebaliknya, mereka mengatakan, bagaimana pemerintah Amerika bertindak setelah sidang itu lah yang paling penting,” ujar Bae.

Hukuman itu dijatuhkan di tengah-tengah ketegangan antara Korea Utara dan Amerika, menyusul percobaan nuklir ketiga yang dilakukan oeh Korea Utara. [lt]

XS
SM
MD
LG