Tautan-tautan Akses

Mantan Presiden SBY Kritik AS Kurang Transparan

  • Associated Press

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Dok)

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Dok)

Yudhoyono mengatakan penting bagi negara-negara di wilayah Asia Pasifik untuk mempertahankan transparansi yang strategis.

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat lalu (8/4) menuduh Amerika Serikat dan Australia kurang transparan terkait keputusan Presiden AS Barack Obama lima tahun lalu untuk merotasi para marinir AS melalui kota Darwin di Australia sebagai bagian dari poros AS ke Asia.

Obama mengumumkan dalam kunjungannya ke Australia tahun 2011 bahwa ia akan mengirimkan pesawat militer dan sampai 2.500 marinir ke Australia bagian utara untuk pelatihan, untuk membantu para sekutu dan melindungi kepentingan Amerika di seluruh Asia.

Yudhoyono mengatakan kepada sebuah konferensi keamanan di Canberra, Jumat, bahwa ia pertama kali mendengar tentang keputusan itu dari seorang wartawan beberapa hari sebelumnya saat menghadiri konferensi tingkat tinggi pemimpin Asia Pasifik di Hawaii.

"Itu sebuah kejutan untuk saya. Pada akhirnya semua jelas, tapi komunikasi penting untuk menghindari kesalahpahaman dan membangun kepercayaan," ujarnya.

Baik Obama dan perdana menteri Australia saat itu, Julia Gillard, menghadiri KTT APEC yang sama.

Yudhoyono mengatakan penting bagi negara-negara di wilayah Asia Pasifik untuk mempertahankan transparansi yang strategis.

"Dalam situasi manapun ketika Australia atau sekutu-sekutunya memutuskan untuk menempatkan pasukan yang lebih besar, terutama di bagian utara Australia, dengan sistem dan peralatan persenjataan, adalah kritis untuk berkomunikasi dengan Indonesia dan negara-negara lainnya," ujarnya.

Yudhoyono mengatakan bahwa ia khawatir peningkatan militer oleh China dan negara-negara lainnya di wilayah ini telah disertai "berkurangnya kepercayaan strategis" di antara pemerintah.

Negara-negara yang memperebutkan klaim wilayah di Laut China Selatan perlu "menahan diri dari tindakan-tindakan provokatif" dan terus menerus menekankan komitmen mereka atas solusi damai melalui konsultasi, ujarnya.

Ia mengatakan hal-hal yang belum jelas namun strategis yang dihadapi wilayah itu termasuk hasil pemilihan presiden yang ia gambarkan sebagai "pemilu paling konsekuensial, dalam hal dampak terhadap masalah internasional." [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG