Tautan-tautan Akses

Mantan Presiden AS Kemukakan Solusi untuk Krisis Suriah


Mantan Presiden Amerika Jimmy Carter (Foto: dok).

Mantan Presiden Amerika Jimmy Carter (Foto: dok).

Mantan presiden AS Jimmy Carter mengatakan konferensi perdamaian Suriah kecil kemungkinan akan berhasil karena prasyarat-prasyarat yang ditetapkan pemerintah dan pemberontak Suriah telah menimbulkan kebuntuan.

Dalam artikel opini di harian Washington Post Carter dan professor Universitas Amerika Robert Pastor menyatakan pendapat bahwa pemilu yang diawasi masyarakat internasional dan dilindungi pasukan internasional adalah satu-satunya cara mengakhiri konflik Suriah.

Mantan presiden Amerika Serikat Jimmy Carter mengatakan konferensi perdamaian Suriah yang dijadwalkan bulan Januari kecil kemungkinan akan berhasil karena prasyarat-prasyarat yang ditetapkan pemerintah dan pemberontak Suriah telah menimbulkan kebuntuan.

Mereka berpendapat bahwa perundingan di Jenewa harus didasarkan pemungutan suara yang harus diterima jika dinyatakan bebas dan adil, dan pihak yang menang harus menghormati semua kelompok dan golongan minoritas.

Mereka juga memuji karya utusan perdamaian PBB Kofi Annan dan Lakhdar Brahimi, namun mencatat bahwa diplomat belum mampu untuk menggunakan kemampuan negosiasi mereka karena sisi Suriah belum fokus pada cara untuk saling menyelesaikan perbedaan mereka.

Carter dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2002 untuk karyanya untuk menyelesaikan konflik internasional.

Pihak oposisi menuntut agar presiden Bashar al-Assad mundur sebagai bagian rencana perdamaian, sementara pemerintah menyerukan agar pemberontak menghentikan pertempuran.

PBB akan menjadi tuan rumah konferensi yang dimulai tanggal 22 Januari dengan tujuan merundingkan pemerintah transisi untuk memimpin Suriah keluar dari krisis yang telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang dan membuat lebih dari satu juta orang mengungsi.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG