Tautan-tautan Akses

Mantan PM Ukraina Tymoshenko Disambut Bagai Pahlawan


Mantan perdana menteri Ukraina Yulia Tymoshenko berbicara pada para demonstran di Kyiv (22/2). (AP/Efrem Lukatsky)

Mantan perdana menteri Ukraina Yulia Tymoshenko berbicara pada para demonstran di Kyiv (22/2). (AP/Efrem Lukatsky)

Yulia Tymoshenko menyebut demonstran pahlawan dan yang terbaik dari Ukraina dan meminta mereka agar tidak berhenti berdemonstrasi.

Rakyat Ukraina menyambut pemimpin oposisi dan mantan perdana menteri Yulia Tymoshenko yang baru dibebaskan bagai pahlawan ketika ia berbicara kepada demonstran di Kyiv Sabtu (22/2), mendesak mereka agar terus berdemonstrasi.

Sebagai bagian perjanjian guna mengakhiri kekerasan berminggu-minggu, Tymoshenko dibebaskan dari rumah sakit penjara di mana ia menjalani hukuman karena menyalah-gunakan wewenang – dakwaan yang menurut pendukungnya adalah balas dendam politik oleh Presiden Viktor Yanukovych.

Tymoshenko berbicara kepada massa di alun-alun kemerdekaan Kyiv dari kursi roda karena sakit punggung yang parah. Ia menyebut demonstran pahlawan dan yang terbaik dari Ukraina. Sebelum akhirnya menangis, ia memohon demonstran agar tidak berhenti berdemonstrasi.

Amerika menyambut baik perkembangan terbaru situasi politik di Ukraina dan mengatakan pembebasan mantan perdana menteri Yulia Tymoshenko dari penjara khususnya adalah melegakan.

Pernyataan bagian pers Presiden Barack Obama menyebutkan pejabat-pejabat Amerika "terus mendesak diakhirinya kekerasan oleh semua pihak" di Ukraina.

Pernyataan itu menyebutkan Amerika akan memusatkan perhatian pada "dialog damai dan demokratis" di Ukraina, bekerja sama dengan sekutu-sekutu, Rusia, Eropa dan organisasi-organisasi internasional.

Sebelumnya Sabtu, parlemen Ukraina memutuskan memberhentikan Presiden Yanukovych dan menetapkan pemilihan awal 25 Mei. Parlemen juga memilih ketua baru, Oleksandr Turchynov, sekutu lama Tymoshenko. Mantan ketua parlemen dan pendukung pemerintah Volodymyr Rybak mengundurkan diri.

President Yanukovych, yang pergi dari Kyiv ke Kharkiv di Ukraina timur, menyatakan keputusan parlemen adalah ilegal. Ia mengibaratkan oposisi seperti Nazi dan bersikeras tidak akan mundur atau meninggalkan Ukraina. Namun, Yanukovych nyaris tak berkuasa. Kabinetnya berjanji mendukung pemerintahan baru, polisi menyatakan mendukung oposisi, dan militer menyatakan tidak akan terlibat.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG