Tautan-tautan Akses

AS

Mantan Pelatih Sepakbola Amerika Divonis Bersalah atas Pelecehan Seksual


Mantan pelatih sepakbola Amerika, Jerry Sandusky (tengah) dikawal pihak berwajib meninggalkan pengadilan setelah divonis bersalah terkait pelecehan seks di Bellefonte, Philadelphia (22/6).

Mantan pelatih sepakbola Amerika, Jerry Sandusky (tengah) dikawal pihak berwajib meninggalkan pengadilan setelah divonis bersalah terkait pelecehan seks di Bellefonte, Philadelphia (22/6).

Jerry Sandusky, mantan asisten pelatih sepakbola Amerika Pennsylvania State University, divonis bersalah atas dakwaan pelecehan seksual.

Juri menetapkan Jerry Sandusky, mantan asisten pelatih sepakbola Amerika (American Football) Pennsylvania State University, bersalah atas 45 dari 48 dakwaan pelecehan seksual terhadap 10 anak laki-laki selama lebih dari 10 tahun.

Sandusky dikawal keluar dari gedung pengadilan di Bellefonte, Pennsylvania Jumat malam dengan tangan diborgol, dan dibawa ke penjara. Juri mencapai putusan setelah 21 jam bermusyawarah.

Selama tujuh hari tim juri mendengar kesaksian, termasuk delapan dari 10 orang yang mengaku sebagai korban selama lebih dari 15 tahun. Sandusky (68 tahun), tidak bersaksi untuk membela diri.

Setelah putusan itu, pengacara Sandusky, Joe Amendola kepada wartawan mengatakan kliennya tampak kecewa dan putus asa. Menurut Amendola, Sandusky selalu menyatakan dirinya tidak bersalah. Kini, kata Amendola, ia akan mengajukan banding atas keputusan itu.

Jaksa Agung Pennsylvania Linda Kelly berterima-kasih kepada para korban atas kesaksian mereka, dan menyatakan mereka telah menunjukkan kekuatan dan keberanian besar selama penyidikan. Massa yang berkumpul di tangga gedung pengadilan bersorak, sementara istri Sandusky berjalan pergi dan memeluk beberapa pendukung.

Berdasarkan pedoman hukuman, Sandusky menghadapi ancaman hukuman menghabiskan sisa hidup dalam penjara. Pengacaranya memperkirakan hukuman akan dimulai September, tetapi tanggal pasti belum diumumkan.

Dakwaan terhadap Sandusky mengguncang universitas, memaksa pengurus memecat pelatih legendaris Joe Paterno dan rektor universitas.
XS
SM
MD
LG