Tautan-tautan Akses

Mantan Kepala Intel Afghanistan Bocorkan Dokumen Hubungan Pakistan dengan Kelompok Teroris


Rahmatullah Nabil, mantan kepala badan intelijen Afghanistan berbicara dengan wartawan di Kabul. (Foto: dok.)

Rahmatullah Nabil, mantan kepala badan intelijen Afghanistan berbicara dengan wartawan di Kabul. (Foto: dok.)

Seorang mantan kepala badan intelijen Afghanistan telah membocorkan dokumen yang katanya menunjukkan hubungan Pakistan dengan kelompok-kelompok yang melakukan serangan di Afghanistan.

Rahmatullah Nabil, yang mengundurkan diri Desember lalu setelah mengecam keras Presiden Ashraf Ghani terkait Pakistan di media sosial, mengaku dia membocorkan dokumen itu karena ingin masyarakat menyadari situasi.

VOA tidak bisa memverifikasi keaslian dokumen itu secara independen.

Salah satu dokumen yang telah bocor adalah surat yang diduga dikirim dari markas badan intelijen Pakistan, Inter Services Intelligence – ISI – yang memerintahkan pembayaran kepada militan atau keluarga mereka yang terlibat dalam serangan terhadap bandara Kabul.

Surat lain, tanggal 5 Agustus 2014, dari sebuah kantor Intelijen Militer atau MI – Badan intelijen internal militer Pakistan – untuk kantor pusat di Rawalpindi dekat Islamabad, yang katanya menginformasikan markas besar bahwa divisi yang bersangkutan sedang mengupayakan rumah-rumah yang aman di kota Peshawar untuk anggota Taliban Afghanistan yang harus meninggalkan Waziristan Utara karena operasi militer yang diluncurkan oleh militer Pakistan pada Juni 2014.

Sebuah surat yang serupa dari lembaga yang sama tampaknya menginformasikan markas besar mengenai amannya pemindahan beberapa komandan jaringan Haqqani ke kamp-kamp pelatihan di daerah suku utara negara itu dalam konvoi tentara dan seragam yang digunakan oleh pasukan paramiliter. Surat itu tanggal 19 Maret 2015, hampir sembilan bulan setelah dimulainya militer di Waziristan Utara.

AS Departemen Luar Negeri telah menetapkan jaringan Haqqani sebagai organisasi teroris. [as]

XS
SM
MD
LG