Tautan-tautan Akses

Mantan Aktris Cilik Hollywood Ungkap Sisi Gelap Belakang Layar


Lewat pengalamannya, Mara Wilson, 29, berharap dapat meningkatkan kesadaran akan tekanan yang dihadapi bintang-bintang muda.

Lewat pengalamannya, Mara Wilson, 29, berharap dapat meningkatkan kesadaran akan tekanan yang dihadapi bintang-bintang muda.

Aktor cilik selalu jadi bagian Hollywood. Lucu dan berbakat, selebriti-selebriti muda ini menarik perhatian dan punya banyak penggemar, tetapi ada pula sisi buruk dari sanjungan itu.

Ketika ia dikenal oleh banyak orang, ia merasa khawatir, tapi sekarang dia menganggapnya sebagai suatu kehormatan. Itulah yang dirasakan mantan aktris cilik, Mara Wilson, mengenai ketenaran dininya.

Pada awal masa remajanya, kemilau ketenaran dengan memudar, seperti yang sering terjadi pada aktor-aktor muda. Kini, dalam bukunya yang berjudul “Where I am now? True Stories of Girlhood and Accidental Fame (Di manakah saya sekarang? Kisah Nyata Masa Kanak-kanak dan Ketenaran Tak Disengaja),” penulis berusia 29 tahun ini berbagi pengalamannya dan menguraikan bagaimana rasanya menjadi bintang tenar pada masa kanak-kanak.

Aktor cilik selalu jadi bagian Hollywood. Lucu dan berbakat, selebriti-selebriti muda ini menarik perhatian dan punya banyak penggemar, tetapi ada pula sisi buruk dari sanjungan itu.

Sebagian merasa sulit untuk mengatasi stres karena terus menerus jadi pusat perhatian, atau karena ketenaran itu hilang, dan kemudian lari ke masalah seperti kecanduan narkoba atau minuman beralkohol, membuat keputusan hidup yang buruk, menderita depresi.

Tentu saja beberapa dari mereka, seperti Jodie Foster dan Natalie Portman, berhasil melakukan transisi dari ke peran orang dewasa, atau menjadi pembuat film seperti Ron Howard. Yang lainnya meninggalkan industri film sepenuhnya, seperti Shirley Temple, yang mulai berkarir di film pada usia 3 tahun, pada 1938, dan kemudian menjadi diplomat pada tahun 1960-an.

Mara Wilson, yang membintangi "Matilda," "Mrs. Doubtfire, "dan" Miracle on 34th Street," menempuh jalur karir yang berbeda. Dia meninggalkan Hollywood dan pergi ke New York, di mana dia kuliah di New York University dan sekarang menjadi aktris panggung, pengisi suara, penulis, dan penulis teater.

Jika menengok ke belakang, Wilson mengatakan, tidak mudah menjadi bintang cilik.

"Saya masih belajar di sekolah," kenangnya. "Saya masih menjadi Pramuka. Masih berbagi kamar dengan adik saya. Saya hidup di dalam masyarakat kelas menengah, namun semua orang mengenal saya. Jadi saya berada pada dua dunia yang berbeda ini, dan perhatian saya terpecah."

Mara Wilson di sela-sela syuting film "Thomas and the Magic Railroad" di Strasburg, Pennsylvania, September 1999.

Mara Wilson di sela-sela syuting film "Thomas and the Magic Railroad" di Strasburg, Pennsylvania, September 1999.

​Namun katanya, dia menikmati akting dan bekerja dengan bintang-bintang film lain. Akting juga memberinya penghasilan cukup untuk membiayai pendidikannya. Tetapi seperti yang dijelaskannya dalam bukunya, dia juga menghadapi stres pada usia dini.

Seperti banyak bintang anak lainnya, Wilson juga mengalami penolakan. Dia memiliki usia puber ketika sedang syuting "Thomas dan Magic Railroad" dan tiba-tiba dirinya dianggap tidak cukup menarik lagi untuk standar Hollywood.

Dengan berbagi pengalamannya, Wilson berharap untuk menjelaskan berbagai tekanan yang dialami bintang-bintang muda di belakang layar. Orangtua, katanya, memiliki peran besar dalam mencegah ketenaran awal mengganggu pertumbuhan seorang anak menjadi dewasa secara normal. [ps/jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG