Tautan-tautan Akses

Mantan Presiden Chad akan Divonis Hari Ini di Senegal


Mantan dictator Chad, Hissene Habre mengangkat tangannya dalam proses persidangan di Dakar, Senegal (30/5).

Mantan dictator Chad, Hissene Habre mengangkat tangannya dalam proses persidangan di Dakar, Senegal (30/5).

Mantan diktator Chad, Hissene Habre diadili atas tuduhan kejahatan perang, penyiksaan dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh mahkamah khusus yang dinamakan Mahkamah Luar Biasa Afrika.

Pengadilan di Senegal akan menjatuhkan vonis dalam peradilan mantan diktator Chad, Hissene Habre, Senin (30/5).

Habre diadili atas tuduhan kejahatan perang, penyiksaan dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh mahkamah khusus yang dinamakan Mahkamah Luar Biasa Afrika.

Vonis tersebut dapat merupakan berakhirnya pertentangan untuk mengadili mantan pemimpin itu di Senegal, tempat ia melarikan diri dan tinggal di pengasingan setelah digulingkan dalam kudeta tahun 1990.

“Usaha yang tidak henti-henti selama 25 tahun dilakukan oleh para korban Hissene Habre untuk menggelar peradilan ini,” kata Reed Brody, penasehat hukum Human Rights Watch, yang telah mengikuti peradilan itu dengan seksama.

Mahkamah mendakwa mantan Presiden Chad itu tahun 2013 dan setelah penyelidikan 19 bulan, hakim memerintahkan Habre tampil di mahkamah.

Menurut Human Rights Watch, untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia, pengadilan dalam satu negara mengadili mantan penguasa negara lainnya atas tuduhan pelanggaran hak azasi manusia.

Habre tidak mau mengakui keabsahan mahkamah dan ia terpaksa diangkat ke dalam mahkamah untuk memulai peradilan bulan Juli tahun 2015. Pengacaranya tidak mau Hader, dan mahkamah Senegal itu terpaksa mengangkat pengacara untuk membela mantan pemimpin Chad itu. [gp]

XS
SM
MD
LG