Tautan-tautan Akses

Mali Masih Perlukan Bantuan Kemanusiaan


Dua pria mengangkat karung berisi bantuan makanan di Sevare, Mali (4/2). (Reuters/Alain Amontchi)

Dua pria mengangkat karung berisi bantuan makanan di Sevare, Mali (4/2). (Reuters/Alain Amontchi)

PBB mengatakan 1,4 juta orang di Mali sekarang ini membutuhkan bantuan pangan, dan jumlahnya akan meningkat menjadi 1,9 juta pada Juni, saat musim panen yang buruk tiba.

Koordinator misi kemanusiaan PBB untuk Mali mengatakan bahwa negara itu berada dalam keadaan krisis kemanusiaan yang parah, dan diperkirakan 400,000 orang akan terancam kekurangan pangan pada Juni.

Kurangnya dana bantuan kemanusiaan dan dan kembalinya pengungsi yang sebelumnya melarikan diri dari konflik pada 2012 dan 2013, membuat situasinya menjadi semakin buruk.

PBB mengatakan 1,4 juta orang di Mali sekarang ini membutuhkan bantuan pangan. Angka ini meningkat dari 812.000 orang pada Desember 2013 dan akan meningkat menjadi 1,9 juta pada Juni, saat musim panen yang buruk tiba.

Hujan yang terlambat dan tidak menentu tahun lalu, dipadu dengan konflik yang terjadi di wilayah utara negeri, berarti panen akan buruk di sebagian besar wilayah negeri. Ini juga berarti bahwa persediaan pangan untuk kebanyakan keluarga tidak mencukupi.

"Mali terus menghadapi tantangan kemanusiaan yang sangat penting pada 2014… Warga telah melalui masa yang sangat, sangat sulit, terutama di wilayah utara, dengan adanya konflik, dan pendudukan. Warga menjadi lebih rentan karena pukulan-pukulan ini … Kami melihat khususnya dari sisi pangan, berlanjutnya ketidak amanan persediaan pangan. Jadi kami khawatir," ujar David Gressly, koordinator misi kemanusiaan PBB untuk Mali.

Gressly mengatakan bahwa diperkirakan setengah juta anak berumur di bawah lima tahun di Mali akan menderita malnutrisi ringan hingga berat tahun ini dan 136.000 anak akan mengalami malnutrisi yang parah. Ia mengatakan Mali akan menghadapi lonjakan tingkat kematian anak jika pasien tidak dirawat.

Ia mengatakan bahwa juga ada kekhawatiran di kalangan pekerja kemanusiaan bahwa situasi keamanan pangan akan semakin memburuk disaat mereka yang terusir karena konflik, kembali ke rumah mereka.

"Kami melihat peningkatan jumlah pengungsi yang pulang. Setengah dari jumlah pengungsi sudah kembali. Ini akan menambah beban masyarakat setempat, akibat meningkatnya jumlah pengungsi yang kembali. Akan butuh waktu lama sebelum mereka yang kembali mampu menyumbang pada produksi. Kampanye pertanian baru saja dimulai. Jadi mereka bisa memulai, namun kita tidak akan melihat hasil, hingga akhir tahun," ujarnya.

Badan Koordinasi PBB untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa hampir 200.000 pengungsi yang dulu melarikan diri ke negara tetangga Nigeria, Mauritania dan Burkina Faso, kini kembali ke wilayah utara antara Desember dan Maret.

Gressly mengatakan akan terjadi percepatan pulangnya masa pengungsi ini dalam bulan-bulan mendatang, khususnya jika terjadi kemajuan dalam perundingan perdamaian yang sedang berlangsung.

Untuk membantu meringankan beban kekurangan pangan, pemerintah Mali bertekad untuk memberikan kontribusi 34.000 ton bantuan makanan berupa sereal tahun ini.

OCHA melaporkan bahwa $568 juta dibutuhkan untuk bantuan kemanusiaan di Mali pada 2014. Akhir Maret, donor baru memberikan dana sekitar 10 persen, dari jumlah keseluruhan atau $56 juta.
XS
SM
MD
LG