Tautan-tautan Akses

Mali Kukuhkan Pasien Baru Ebola, Korban Tewas Hampir 5.500


Ibrahim Sacko, seorang pendongeng keliling, di atas sepeda motornya turut berkampanye untuk meningkatkan kesadaran akan wabah Ebola di Kayes, Mali (6/11). (VOA/Katarina Höije)

Ibrahim Sacko, seorang pendongeng keliling, di atas sepeda motornya turut berkampanye untuk meningkatkan kesadaran akan wabah Ebola di Kayes, Mali (6/11). (VOA/Katarina Höije)

Mali kini memantau lebih dari 300 orang yang terlibat kontak dengan tiga pasien tersebut guna membatasi penyebaran virus itu.

Mali mengukuhkan seorang lagi penderita virus Ebola dan dua pasien lainnya sedang dites.

Dalam pernyataan Sabtu (22/11), pemerintah mengatakan penderita yang positif terjangkit Ebola itu telah dikarantina dan mendapat pengobatan intensif.

Mali kini memantau lebih dari 300 orang yang terlibat kontak dengan tiga pasien tersebut guna membatasi penyebaran virus itu. Tetapi Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) mengatakan jumlah orang yang dipantau hampir mencapai 500.

Dengan kasus terbaru ini, tujuh orang telah dipastikan menderita Ebola di negara Afrika Barat itu dan enam diantaranya telah meninggal.

WHO mengatakan Jumat angka korban meninggal akibat Ebola bertambah menjadi 5.459 dari 15.000 lebih penderita. Para korban itu berada di delapan negara, sebagian besar di Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon Jumat mengatakan sudah ada kemajuan dalam mengatasi wabah Ebola, tetapi mengingatkan perlu waktu lama sebelum wabah berakhir.

Ban mengatakan jumlah pasien baru tampak berkurang di beberapa wilayah tepmat para petugas medis memberlakukan apa yang disebutnya “strategi respons yang kuat.” Namun, kata Ban, jumlah pasien baru justru meningkat di tempat-tempat lain.

XS
SM
MD
LG