Tautan-tautan Akses

Malaysia Airlines Siap Hadapi Perombakan Drastis

  • Associated Press

Awak penerbangan Malaysia Airlines menuju aula keberangkatan di Bandara Internasional Kuala Lumpur. (AP/Joshua Paul)

Awak penerbangan Malaysia Airlines menuju aula keberangkatan di Bandara Internasional Kuala Lumpur. (AP/Joshua Paul)

Perusahaan itu sekarang berhasrat kembali meraih laba pada 2017 dengan perombakan drastis senilai US$1,7 miliar yang termasuk pemecatan hampir sepertiga stafnya.

Setelah tahun penuh bencana, Malaysia Airlines menciutkan diri untuk bertahan.

Hilangnya pesawat bernomor penerbangan 370 setahun yang lalu, disusul dengan penembakan pesawat bernomor penerbangan 17 oleh pemberontak di atas Ukraina timur empat tahun lalu, membuat maskapai yang sudah kesulitan keuangan itu semakin terpuruk.

Pemerintah, yang memiliki sebagian besar saham maskapai tersebut, mengambil alih kepemilikan 100 persen dan menariknya dari bursa saham Malaysia tahun lalu. Perusahaan itu sekarang berhasrat kembali meraih laba pada 2017 dengan perombakan drastis senilai US$1,7 miliar yang termasuk pemecatan hampir sepertiga stafnya.

Kunci rencana ini adalah CEO baru, Christoph Mueller, spesialis pembalikan yang telah memimpin keberhasilan kebangkitan maskapai Irlandia, Aer Lingus. Atasan-atasan barunya berharap ia dapat melakukan hal yang serupa di Malaysia Airlines meskipun para analis mengatakan kesuksesan masih belum bisa dijamin karena beban politik sebagai perusahaan milik negara. Setidaknya empat upaya restrukturisasi yang telah dilakukan terhadap Malaysia Airlines sejak 2001 telah gagal.

"Ada banyak tantangan karena berurusan dengan perusahaan yang terpuruk secara keuangan, ada intervensi politik, dan dampak insiden-insiden," ujar John Strickland, direktur JLS, perusahaan konsultan industri maskapai penerbangan.

Tantangan restrukturisasi tersebut juga ditambah dengan perubahan-perubahan pesat dalam industri penerbangan di Asia, di mana maskapai-maskapai biaya rendah menjamur untuk melayani konsumen kelas menengah yang semakin meningkat.

XS
SM
MD
LG