Tautan-tautan Akses

Malapetaka Kesehatan di Pusat Perdagangan Gelap Organ Tubuh, Nepal


Janji manis mendapatkan uang dengan cara mudah, dapat menjadi godaan bagi warga desa dan menjadi pemicu berkembangnya perdagangan gelap organ tubuh di Nepal (Foto: ilustrasi).

Janji manis mendapatkan uang dengan cara mudah, dapat menjadi godaan bagi warga desa dan menjadi pemicu berkembangnya perdagangan gelap organ tubuh di Nepal (Foto: ilustrasi).

Pedagang organ tubuh beroperasi di Hokshe, sebuah desa kecil yang miskin, sarat pondok tanah, yang telah menjadi pusat perdagangan gelap organ tubuh di Nepal, selama lebih dari satu dasawarsa.

Karena kesulitan keuangan, Kumar Budathoki menjual salah satu ginjalnya kepada pedagang organ tubuh seharga US$5.000. Dia berharap uang yang akan diterimanya dapat membantunya bebas dari kesulitan.

Namun, ternyata, dia dilanda kesusahan tak kunjung henti. Uang yang diterimanya lebih sedikit daripada jumlah yang semula dijanjikan, dan kesehatannya menjadi memburuk.

Pedagang organ tubuh beroperasi di Hokshe, sebuah desa kecil yang miskin, sarat pondok tanah, yang telah menjadi pusat perdagangan gelap organ tubuh di Nepal, selama lebih dari satu dasawarsa.

"Hanya sekitar empat ribu orang tinggal di situ, tetapi paling sedikit 121 di antaranya telah menjual ginjal mereka," demikian ujar Krishna Pyari Nakarmi, yang memimpin kampanye melawan perdagangan ginjal di Hokshe.

Itu pun, menurutnya, hanya jumlah yang terdokumentasi, jumlah sebenarnya dapat lebih tinggi lagi. Meski telah dilakukan penyuluhan guna melawan perdagangan ginjal ini, pihak berwenang memperingatkan rakyat Nepal, janji manis untuk mendapatkan uang dengan cara mudah, dapat menjadi godaan bagi warga desa dan memicu berlanjutnya kasus penipuan oleh pedagang ginjal, sementara penderitaan masyarakat terus tak berkesudahan.

XS
SM
MD
LG