Tautan-tautan Akses

Malala di Nigeria untuk Kampanye Pembebasan Siswa yang Diculik


Aktivis Pakistan Malala Yousafzai yang ditembak dan hampir terbunuh oleh Taliban Pakistan karena upayanya menggalakkan pendidikan bagi perempuan dan anak-anak perempuan, memegang foto siswa yang diculik Sarah Samuel bersama ibunya Rebecca Samuel, dalam kunjungan ke Abuja, Nigeria, 13 Juli 2014.

Aktivis Pakistan Malala Yousafzai yang ditembak dan hampir terbunuh oleh Taliban Pakistan karena upayanya menggalakkan pendidikan bagi perempuan dan anak-anak perempuan, memegang foto siswa yang diculik Sarah Samuel bersama ibunya Rebecca Samuel, dalam kunjungan ke Abuja, Nigeria, 13 Juli 2014.

Aktivis remaja Pakistan Malala Yousafzai berada di Nigeria untuk berkampanye atas nama lebih dari 200 siswi Nigeria yang diculik oleh kelompok pemberontak Boko Haram di negara bagian Borno, Nigeria timur laut.

Remaja berusia 17 tahun itu dijadwalkan akan bertemu dengan keluarga para gadis yang diculik itu. Ia juga akan berusaha menemui Presiden Nigeria Goodluck Jonathan.

Yousafzai mengatakan ia berharap kehadirannya akan memberikan lebih banyak tekanan pada pemerintah untuk membebaskan anak-anak yang malang tersebut.

Tahun 2012, Yousafzai ditembak dan hampir terbunuh oleh Taliban Pakistan karena upayanya menggalakkan pendidikan bagi perempuan dan anak-anak perempuan. Serangan itu justru memperkuat tekadnya.

Remaja itu berada di Nigeria dalam peringatan Hari Malala. PBB menggambarkan peringatan itu sebagai hari bagi semua anak untuk memperjuangkan pendidikan dan mengatakan kepada dunia bahwa mereka lebih kuat dari musuh pendidikan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG