Tautan-tautan Akses

Malala, David Beckham pada Para Pemimpin di PBB: Jangan Lupakan Anak-anak


Pemenang Hadiah Nobel untuk Perdamaian Malala Yousafzai dalam sebuah acara yang digelar VOA di Washington, Agustus 2015 (Foto: dok).
Pemenang Hadiah Nobel untuk Perdamaian Malala Yousafzai dalam sebuah acara yang digelar VOA di Washington, Agustus 2015 (Foto: dok).

Malala meminta agar setiap anak di dunia mendapatkan pendidikan 12 tahun gratis, sementara Beckham mendesak PBB untuk memprioritaskan anak-anak.

Pemenang Hadiah Nobel untuk Perdamaian Malala Yousafzai akan meminta para pemimpin dunia, Jumat (25/9) untuk memastikan agar setiap anak di dunia mendapatkan pendidikan 12 tahun gratis, sementara mantan bintang sepak bola David Beckham mendesak PBB untuk memprioritaskan anak-anak.

Malala, yang ditembak dalam bus sekolah di Pakistan tahun 2012 oleh Taliban karena mengadvokasikan hak anak perempuan atas pendidikan, akan membuka KTT pemimpin dunia di PBB yang akan mengadopsi agenda pembangunan berkelanjutan global untuk 15 tahun berikutnya.

"Jika kita ingin masa depan menjadi lebih kuat, cerah, terbuka, kita harus berinvestasi dalam pendidikan, yang tidak memerlukan begitu banyak uang seperti yang kita pikirkan - hanya US$39 miliar, yang merupakan anggaran militer untuk delapan hari," ujarnya kepada kantor berita Reuters.

Malala, yang merayakan ulang tahun ke-18 Juli lalu di Lebanon dengan membuka sekolah untuk anak-anak perempuan pengungsi Suriah, mengatakan ia juga akan menyoroti penderitaan anak-anak pengungsi di Eropa.

Malala akan berbicara di PBB setelah pidato dari Paus Fransiskus. Ia mengatakan ia berharap akan dapat bertemu dengannya karena ia yakin kata-katanya dapat "membawa orang untuk bekerja sama demi perbaikan kemanusiaan."

Beckham, yang telah menjadi duta besar khusus badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, sejak 2004, hari Kamis meluncurkan sebuah instalasi yang dibuat Google di lobi kantor pusat PBB, yang mengirimkan pesan personal dari anak-anak untuk para pemimpin dunia.

"Anak-anak memiliki harapan yang sama, untuk masa depan yang lebih baik. Jika dunia fokus pada tujuan-tujuan global baru, ada peluang nyata untuk menjadikan harapan itu kenyataan," ujarnya. [hd/eis]

XS
SM
MD
LG