Tautan-tautan Akses

Maladewa Izinkan Mantan Presiden Jalani Operasi di Luar Negeri


Mantan Presiden Maladewa Mohammed Nasheed (Foto: dok.)

Mantan Presiden Maladewa Mohammed Nasheed (Foto: dok.)

Pemerintah Maladewa hari Sabtu (16/1) mengatakan telah mengijinkan mantan presiden Mohammed Nasheed untuk menjalani pembedahan di Inggris.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kementerian Luar Negeri Maladewa mengatakan ijin itu diberikan mengingat Nasheed tinggal menjalani beberapa tahun sisa masa hukumannya ketika kembali nanti.

Mohammed Nasheed dijatuhi vonis 13 tahun penjara pada Maret 2015 lalu karena memerintahkan pihak militer menahan seorang hakim senior ketika ia menjabat sebagai presiden tahun 2012. Penahanan itu memicu demonstrasi massa yang berakhir dengan pengunduran dirinya.

Pemerintahan Presiden Yameen Abdul Gayoom dikecam luas internasional karena menjatuhkan vonis terhadap Nasheed tanpa proses pengadilan terbuka.

Kelompok kerja PBB untuk penahanan secara sepihak telah menyatakan pemenjaraan Nasheed itu tidak layak dan menyerukan pembebasannya.

Juru bicara partai pimpinan Nasheed, Hamid Abdul Gafoor, mengatakan mantan presiden itu masih belum mengumumkan secara resmi ijin berobat dari pemerintah itu.

Nasheed pertama kali terpilih secara demokratis tahun 2008, yang sekaligus mengakhiri kepemimpinan otoriter saudara tiri Gayoom, presiden saat ini, selama 30 tahun.

Upaya Nasheed untuk kembali ke kursi pemerintahan tahun 2013 gagal ketika Yameen Abdul Gayoom memenangkan pemilu presiden yang disengketakan. [em]

XS
SM
MD
LG