Tautan-tautan Akses

Maladewa Cabut Keadaan Darurat


Jaksa Agung Maladewa, Jenderal Mohamed Anil saat mengumumkan dicabutnya keadaan darurat, Selasa (10/11).

Jaksa Agung Maladewa, Jenderal Mohamed Anil saat mengumumkan dicabutnya keadaan darurat, Selasa (10/11).

Keadaan darurat diberlakukan Rabu (4/11) lalu oleh Presiden Abdulla Yameen, menyusul terjadinya ledakan di atas perahu motor milik presiden.

Maladewa telah mencabut pemberlakuan keadaan darurat minggu lalu karena "ancaman terhadap keamanan nasional," sebuah langkah yang menimbulkan kecaman internasional yang luas.

Keadaan darurat diberlakukan Rabu (4/11) lalu oleh Presiden Abdulla Yameen, menyusul terjadinya ledakan September lalu di atas perahu motor milik presiden dan ditemukannya bom rakitan yang berhasil dijinakkan di dekat kediaman resminya. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas peledakan bom itu.

"Dengan dicabutnya keadaan darurat itu, semua hak-hak dasar yang ditangguhkan telah dikembalikan," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri hari Selasa. Para pejabat mengatakan, penyelidikan ledakan perahu motor dan bom rakitan mengalami kemajuan.

Pemberlakuan keadaan darurat itu awalnya akan berlaku selama 30 hari, dan memberi pasukan keamanan kekuasaan untuk melakukan pencarian, penahanan, serta menghapus hak-hak warga negara yang mendasar. Amerika Serikat dan kelompok HAM Amnesty International mengkritik tajam tindakan itu.

Parlemen Maladewa minggu lalu meloloskan RUU untuk memaksulkan Wakil Presiden Ahmed Adeeb, yang dicurigai terkait dengan ledakan di perahu motor September lalu. Presiden Yameen tidak terluka, tetapi ledakan itu melukai istri dan dua orang lainnya. [ps]

XS
SM
MD
LG