Tautan-tautan Akses

Mal yang Diserang Teroris di Kenya Buka Kembali


Pengunjung setelah selesai belanja di pusat perbelanjaan Westgate yang buka kembali Sabtu (18/7).

Pengunjung setelah selesai belanja di pusat perbelanjaan Westgate yang buka kembali Sabtu (18/7).

Pusat perbelanjaan Westgate di ibukota Kenya, Nairobi, dibuka kembali setelah hampir dua tahun menjadi sasaran salah satu serangan teroris paling buruk di negara itu, dan hanya beberapa hari sebelum Presiden AS Barack Obama mengunjungi negara itu.

Mal kelas atas itu dibuka Sabtu dengan langkah-langkah pengamanan baru, termasuk penggunaan mesin sinar-X, pendeteksi bom, dan menara pengawas.

Laporan-laporan mengindikasikan hanya sejumlah kecil pekerja mal yang dulu bertugas saat serangan terjadi kembali bekerja di mal ini. Sementara para pemilik usaha mengungkapkan keyakinan mereka bahwa mal ini akan kembali menjadi pusat perbelanjaan yang sibuk, sejumlah warga di lokasi-lokasi permukiman kelas menengah di sekitarnya menyatakan ragu bahwa langkah-langkah pengamanan baru akan cukup untuk memberi keamanan kepada para pembelanja.

Kelompok militan al-Shabab menyerbu mal Westgate pada 21 September 2013. Mereka melemparkan granat dan melepaskan tembakan kepada para pembelanja dan pegawai mal. Aksi teror yang bertahan tiga hari itu mengakibatkan 67 orang tewas.

Al-Shabab menyatakan, serangan tersebut merupakan pembalasan atas partisipasi pasukan Kenya dalam operasi anti-militan di negara tetangga Somalia. Kelompok tersebut kemudian melanjutkan serangan-serrangan mereka, dan yang paling banyak menelan korban terjadi April tahun ini. Sekelompok orang bersenjata menyerbu kampus Universitas Garissa di Kenya timur, menewaskan 148 orang.

Presiden Obama dijadwalkan akan melakukan kunjungan pertama ke Kenya sebagai presiden bulan ini. Departemen Luar Negeri AS telah mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warga Amerika yang berpergian ke Kenya pada saat ini. Pengamanan diperkirakan akan sangat tinggi pada saat kunjungan Obama.

XS
SM
MD
LG