Tautan-tautan Akses

Mahkamah PBB Pertahankan Hukuman Seumur Hidup Bagi Pemimpin Khmer Merah


Nuon Chea, wakil panglima pemimpin Khmer Merah Pol Pot (kiri) dan Khieu Samphan, mantan kepala negara Kamboja, di pengadilan Phnom Penh, 23 November 2016 (Nhet Sok Heng/Extraordinary Chambers in the Courts of Cambodia via AP).

Nuon Chea, wakil panglima pemimpin Khmer Merah Pol Pot (kiri) dan Khieu Samphan, mantan kepala negara Kamboja, di pengadilan Phnom Penh, 23 November 2016 (Nhet Sok Heng/Extraordinary Chambers in the Courts of Cambodia via AP).

Khieu Samphan, mantan kepala negara, dan Nuon Chea, wakil panglima pemimpin Khmer Merah Pol Pot, semula dihukum tahun 2014 dengan tuduhan pembantaian, penghilangan paksa dan penindasan politik.

Mahkamah yang didukung PBB di Kamboja mempertahankan hukuman seumur hidup yang dijatuhkan atas dua mantan pemimpin rejim Khmer Merah atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Khieu Samphan, mantan kepala negara, dan Nuon Chea, wakil panglima pemimpin Khmer Merah Pol Pot, semula dihukum tahun 2014 dengan tuduhan pembantaian, penghilangan paksa dan penindasan politik.

Hakim tertinggi Mahkamah Agung Kong Srim mengatakan hari Rabu hukuman seumur hidup wajar dan bahwa kedua pria itu menunjukkan “sikap yang sama sekali tidak mempertimbangkan nasib penduduk Kamboja.”

Chea dan Samphan adalah pejabat tertinggi Khmer Merah yang masih hidup. Mereka juga diadili dalam kasus kedua dengan tuduhan genosida. Pengacara mereka mengemukakan argumentasi bahwa hukuman mereka yang dijatuhi tahun 2014 tercemar oleh kekeliruan dan hakim-hakim yang tidak netral, dan sekalipun keputusan mahkamah hari Rabu mempunyai beberapa masalah, vonisnya tetap sama.

Mahkamah telah menghukum satu orang lagi, sementara banyak pemimpin Khmer Merah telah meninggal dunia.

Khmer Merah membantai sekitar 1,7 juta orang warga Kamboja antara tahun 1975 dan 1979. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG