Tautan-tautan Akses

Mahkamah Lebanon: Penyelidikan Media soal Pembunuhan Hariri Kanada Ancam Keselamatan


Mantan Perdana Menteri Rafik Hariri tewas dibunuh pada tanggal 14 Februari 2005 (foto: dok). Pembunuhannya hingga kini menjadi sumber ketegangan antara Lebanon dan negara tetangganya, Suriah.

Mantan Perdana Menteri Rafik Hariri tewas dibunuh pada tanggal 14 Februari 2005 (foto: dok). Pembunuhannya hingga kini menjadi sumber ketegangan antara Lebanon dan negara tetangganya, Suriah.

Jaksa penuntut Mahkamah Lebanon menyatakan laporan CBC mengenai pembunuhan Rafik Hariri, dapat menganggu proses peradilan dan mengancam keselamatan berbagai pihak.

Sebuah laporan media Kanada baru-baru ini menyangkutkan kelompok militan Hizbullah dengan pembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri pada tahun 2005. Laporan ini, menurut Jaksa Penuntut Utama Mahkamah Lebanon yang didukung PBB, Daniel Bellemer, dapat mengancam keselamatan pihak-pihak yang terlibat.

Jaksa Bellemare mengatakan ia sangat kecewa dengan laporan tersebut, yang diberitakan ketika pihak penuntut sedang bekerja keras untuk menyiapkan konsep dakwaan yang akan diserahkan kepada hakim dalam waktu dekat. Bellemare mengatakan ia tidak mau mengomentari berlangsungnya penyelidikan, dan menambahkan bahwa kerahasiaan sangat penting untuk keberhasilannya.

Sebelumnya pada hari Selasa, Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri, putra mendiang Rafik Hariri, mengatakan pembocoran informasi kepada media tidak membantu proses keadilan.

Penyelidikan berbulan-bulan oleh Canadian Broadcasting Corporation (CBC) menunjukkan kepolisian Lebanon dan penyelidik PBB mengungkapkan fakta-fakta penting keterlibatan gerakan Hizbullah, yang didukung Suriah dan Iran, dalam pembunuhan Hariri. Laporan CBC menunjukkan bukti-bukti tidak langsung bahwa para pembunuh adalah anggota Hizbullah.

Dalam laporannya, CBC mengatakan pihaknya telah memperoleh dokumen percakapan via telepon seluler dan bukti telekomunikasi lainnya yang menjadi pokok argumentasi komisi penyelidikan PBB.

XS
SM
MD
LG