Tautan-tautan Akses

Mahkamah Eropa Batalkan Perjanjian Transfer Data dengan AS


Pusat data Google di kota Council Bluffs, negara bagian Iowa (foto: ilustrasi). Mahkamah Eropa mengatakan perjanjian "Safe Harbor" dengan AS cacat, karena mengijinkan pihak berwenang Amerika, seperti NSA, memperoleh akses rutin pada informasi online warga Eropa.

Pusat data Google di kota Council Bluffs, negara bagian Iowa (foto: ilustrasi). Mahkamah Eropa mengatakan perjanjian "Safe Harbor" dengan AS cacat, karena mengijinkan pihak berwenang Amerika, seperti NSA, memperoleh akses rutin pada informasi online warga Eropa.

Mahkamah Eropa telah membatalkan perjanjian transfer data yang sudah berjalan 15 tahun dengan Amerika dengan memutuskan perjanjian itu tidak memberi perlindungan privasi kepada warga Eropa.

Mahkamah Eropa hari Selasa (6/10) menetapkan bahwa perjanjian Safe Harbor tidak melindungi data pribadi yang disimpan pada server di Amerika dari kemungkinan pemantauan pemerintah Amerika.

Mahasiswa hukum dari Austria, Max Schrems mengajukan gugatan terhadap perjanjian itu ke Mahkamah Hukum Eropa dengan mengatakan informasi pribadinya yang ditransfer ke Amerika oleh situs terkenal Facebook tidak cukup aman.

"Jadi, pesan sebenarnya adalah Mahkamah Eropa hari ini mengatakan orang tidak bisa melakukan pemantauan masal di Amerika dan tetap mematuhi hak-hak mendasar di Eropa. Ini akan menjadi hal menarik karena perusahan-perusahaan ini berada pada dua situasi di mana UU Amerika mengatakan harus melakukan pemantauan sedangkan UU Eropa mengatakan sebaliknya dan ini hanya bisa diselesaikan pada tingkat politik tapi Eropa sekarang mengambil sikap tegas dengan mengatakan jika ingin berada di pasar Eropa, harus mematuhi aturan Eropa," kata Max Schrems.

Perjanjian Safe Harbor diberlakukan tahun 2000 untuk memungkinkan ribuan usaha mentransfer informasi mengenai konsumen Eropa ke Amerika termasuk situs yang dikunjungi dan di mana konsumen ingin membelanjakan uang mereka.

Keputusan Mahkamah Eropa itu mengatakan perjanjian Safe Harbor itu cacat karena mengijinkan pihak berwenang Amerika memperoleh akses rutin pada informasi online warga Eropa.

Harian New York Times mengatakan sebagian pejabat Eropa dan banyak perusahaan teknologi besar termasuk Facebook dan Microsoft berusaha untuk tidak membesar-besarkan dampak keputusan itu.

"Kita tidak bisa berasumsi bahwa apapun aman sekarang,” kata Brian Hengesbaugh, pengacara hak privasi Baker & McKenzie di Chicago yang membantu merundingkan perjanjian Safe Harbor.

“Keputusan itu sangat luas cakupannya sehingga mekanisme apapun yang digunakan untuk memindahkan data dari Eropa bisa terancam,” tambahnya.

Keputusan Mahmakah Eropa itu adalah bagian dari dampak kebocoran dua tahun lalu oleh mantan pegawai kontrak badan intelijen Amerika (NSA), Edward Snowden bahwa NSA memata-matai warga Amerika dan warga asing dalam perang melawan teror.

Para pembela hak privasi menganggap Snowden pahlawan tapi pemerintah Amerika mengatakan bahwa Snowden menempatkan keamanan nasional dalam resiko. [my/al]

XS
SM
MD
LG