Tautan-tautan Akses

AS

Mahkamah Agung AS Mulai Kaji Wewenang Badan Lingkungan


Asap terlihat mengepul dari cerobong asap sebuah pusat listrik tenaga batu bara di Colstrip, Mont, 1 Juli 2013 (Foto: dok). Mahkamah Agung AS mulai mengkaji isu politis terkait pemangkasan emisi gas yang disebut mengakibatkan pemanasan global, Snin (24/2).

Asap terlihat mengepul dari cerobong asap sebuah pusat listrik tenaga batu bara di Colstrip, Mont, 1 Juli 2013 (Foto: dok). Mahkamah Agung AS mulai mengkaji isu politis terkait pemangkasan emisi gas yang disebut mengakibatkan pemanasan global, Snin (24/2).

Mahkamah Agung Amerika tampak terpecah mengenai sebuah kebijakan pemerintahan Presiden Barack Obama yang bertujuan membatasi emisi gas rumah kaca oleh pembangkit listrik dan pabrik.

Para hakim agung Amerika, Senin (24/2) mulai mengkaji isu politis terkait pemangkasan emisi gas yang disebut mengakibatkan pemanasan global.

Hakim-hakim agung yang cenderung liberal tampak mendukung cakupan program kementrian lingkungan hidup Amerika yang berlaku atas semua perusahaan yang hendak memperluas fasilitas mereka atau membangun pabrik baru yang dapat menambah polusi secara menyeluruh.

Namun para hakim agung konservatif mengindikasikan mereka skeptis mengenai wewenang kementrian itu. Hakim Agung Anthony Kennedy diperkirakan akan menjadi hakim dengan suara yang menentukan.

Satu kemungkinan keputusan pengadilan itu adalah mempertahankan sebagian besar ketentuan program itu untuk pabrik-pabrik yang sudah menghasilkan zat-zat polutan yang sudah diatur oleh kementrian itu.
XS
SM
MD
LG