Tautan-tautan Akses

AS

Mahkamah Agung AS Hindarkan Keputusan soal Kontrasepsi


Para penentang dan pendukung dimasukkannya kontrasepsi dalam asuransi kesehatan melakukan demonstrasi di depan gedung Mahkamah Agung AS. (Foto: Dok)

Para penentang dan pendukung dimasukkannya kontrasepsi dalam asuransi kesehatan melakukan demonstrasi di depan gedung Mahkamah Agung AS. (Foto: Dok)

Para hakim agung mendesak pengadilan lebih rendah untuk memeriksa kembali isu itu dan mengusahakan kompromi antara pemerintahan Obama dan para pemberi kerja.

Para hakim agung Amerika berbeda pendapat mengenai gugatan atas pasal yang termaktub dalam asuransi kesehatan Obamacare yang mengharuskan pemberi kerja menanggung biaya kontrasepsi pegawai perempuan. Mahkamah Agung mengembalikan isu ini ke pengadilan rendah.

Dengan suara bulat, para hakim agung hari Senin (16/5) tidak bersedia menolak atau menyetujui pasal yang kontroversial itu.

Mereka mendesak pengadilan lebih rendah untuk memeriksa kembali isu itu dan mengusahakan kompromi antara pemerintahan Obama dan para pemberi kerja.

Karena meninggalnya hakim konservatif Antonin Scalia bulan Februari, Mahkamah terbagi antara empat hakim liberal dan empat hakim konservatif.

Presiden Barack Obama mengatakan dalam situs web BuzzFeed.com hari Senin, bahwa Mahkamah Agung yang lengkap, yang terdiri dari sembilan hakim, mungkin mencapai hasil hasil yang berbeda.

Tetapi dia mengatakan bahwa untuk saat sekarang ini, perempuan masih bisa memperoleh alat kontrasepsi jika mereka memiliki asuransi kesehatan.

Sekelompok karyawan yang religius, termasuk sebuah badan amal yang disebut Little Sisters of the Poor, mengajukan gugatan itu ke Mahkamah Agung. Mereka mengatakan bahwa meminta mereka membayar untuk program keluarga berencana adalah melanggar keyakinan agama mereka.[sp]

XS
SM
MD
LG