Tautan-tautan Akses

60 Mahasiswa Asing Kuliah di Akademi Angkatan Laut Amerika


Para mahasiswa Akademi Angkatan Laut Amerika dalam upacara kelulusan mereka di Annapolis, AS, 24 Mei 2013.

Para mahasiswa Akademi Angkatan Laut Amerika dalam upacara kelulusan mereka di Annapolis, AS, 24 Mei 2013.

Sekitar 60 mahasiswa program pertukaran mahasiswa asing, kuliah di Akademi Angkatan Laut atau Naval Academy di Annapolis, Maryland.

The United States Naval Academy atau Akademi Angkatan Laut Amerika yang lokasinya di Annapolis, Maryland merupakan akademi yang mempersiapkan pemuda-pemudi menjadi perwira di Angkatan Laut atau Korps Marinir. Sekolah itu dibentuk tahun 1845 di lokasi sebuah benteng militer. Mahasiswanya disebut “midshipmen” atau taruna angkatan laut.

Akademi Angkatan Laut ini menawarkan program S1 dengan 25 jurusan yang bisa diselesaikan selama 4 tahun. Jurusan Iptek, teknik atau matematika merupakan pilihan populer.

Sejumlah alumni Akademi Angkatan Laut ini berkembang karirnya dan menduduki jabatan penting di Amerika. Mantan Presiden Amerika, Jimmy Carter, contohnya, adalah alumni akademi ini dan pernah berstatus taruna. Senator John McCain, mantan kandidat presiden, juga tamatan dari akademi itu.

Mahasiswa asing juga menghadiri kuliah di Akademi ini. Kini terdapat sekitar 60 mahasiswa asing. David Ochy yang berasal dari Panama, mengatakan ia menemui beberapa kesulitan hidup tinggal di Amerika.

“Meninggalkan tempat nyaman di negara kita sendiri dan datang ke sini dengan budaya dan bahasa yang sangat berbeda serta menyesuaikan diri benar-benar merupakan tantangan,” aku David.

Sementara itu Santiago Gonzalez-Ayer yang berasal dari Spanyol mengatakan, Akademi AL telah membantunya merasa menjadi bagian dari sebuah budaya baru.
“Membuka cakrawala budaya sehingga memahami budaya Amerika lebih baik, dan lebih terlibat dalam kebudayaan,” demikian kata Santiago Gonzalez-Ayer.

The Naval Academy mengatakan, tugasnya adalah mengembangkan ketrampilan, watak mahasiswa dan kemampuan memahami orang lain. Menurut Direktur Program International, Tim Disher, akademi ini diuntungkan dengan kehadiran mahasiswa asing. Katanya, hal ini semakin penting dalam dunia yang semakin terhubung lewat teknologi.

Paul Angelo lulus dari Akademi ini tahun 2006 dan sekarang mengajar di sana. Dia memuji program pertukaran mahasiswa asing.
“Penting agar sekutu-sekutu kita tahu bagaimana Amerika mengoperasikan lembaga militernya,” kata Paul Angelo.

Taruna Gonzalez-Ayer berencana kembali ke Spanyol dan berdinas sebagai perwira angkatan laut, setelah menyelesaikan kuliahnya di Naval Academy. Sementara David Ochy mengaku ingin bekerja sebagai insinyur kelautan jika sudah pulang ke Panama.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG