Tautan-tautan Akses

Mahasiswa AS yang Ditahan di Korut Mengaku Curi Spanduk Politik


Otto Frederick Warmbier ditahan di Korea Utara sejak awal Januari 2016, mengahdiri konferensi pers di Pyongyang, Korea Utara (29/2).

Otto Frederick Warmbier ditahan di Korea Utara sejak awal Januari 2016, mengahdiri konferensi pers di Pyongyang, Korea Utara (29/2).

Otto Warmbier, mahasiswa Universitas Virginia didakwa melakukan tindak bermusuhan terhadap Korea Utara dengan pertolongan Amerika Serikat.

Seorang mahasiswa Amerika yang ditahan di Korea Utara telah mengaku secara terbuka berusaha mencuri spanduk politik dari sebuah hotel di Pyongyang.

Otto Warmbier tampil di hadapan sekelompok wartawan dalam dan luar negeri hari Senin di ibukota Korea Utara itu, dengan didampingi oleh para pengawal Korea Utara. Mahasiswa Universitas Virginia yang berusia 21 tahun itu, yang berkunjung di Korea Utara bersama rombongan wisatawan, ditangkap bulan lalu sebelum menaiki pesawat ke luar negara itu. Ia telah didakwa melakukan tindak bermusuhan terhadap negara, dengan pertolongan Amerika Serikat.

Warmbier mengatakan kepada para wartawan ia mengambil satu slogan politik dari tempat khusus staf hotel di mana rombongannya menginap. Ia tadinya hendak memberi spanduk itu kepada seorang anggota gerejanya yang ingin memperoleh spanduk itu untuk dipamerkan sebagai “hadiah.” Ia mengatakan anggota gereja tersebut menawarkan kepadanya mobil bekas yang bernilai $ 10 ribu. Kalau ditangkap dan tidak boleh pulang, anggota gereja itu mengatakan ibu Warmbier akan memperoleh $200 ribu. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG