Tautan-tautan Akses

Maestro Indonesia Sumbang Lukisan untuk Konservasi Kebun Binatang Surabaya

  • Petrus Riski

Pelukis Kartika Affandi menyumbangkan lukisannya bertema satwa kepada manajemen Kebun Binatang Surabaya (Foto: VOA/Petrus Risky)

Pelukis Kartika Affandi menyumbangkan lukisannya bertema satwa kepada manajemen Kebun Binatang Surabaya (Foto: VOA/Petrus Risky)

Maestro lukis Kartika Affandi menyumbangkan lukisannya yang bertema satwa, kepada Kebun Binatang Surabaya untuk penggalangan dana bagi pembangunan Kebun Binatang tersebut.

Maestro pelukis Kartika Affandi, putri pelukis ternama Indonesia, Affandi, menyumbangkan lukisannya yang menggambarkan kehidupan satwa di Kebun Binatang Surabaya. Kartika Affandi secara khusus mengunjungi Kebun Binatang Surabaya, untuk melihat secara langsung kondisi satwa yang kemudian menjadi obyek lukisannya.

“Tujuannya menggalang dana, dan dana itu dimanfaatkan untuk kesejahteraan kebun binatang ya, terserah apapun yang akan dipakai,” kata Kartika Affandi.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa-Kebun Binatang Surabaya (PDTS-KBS), Ratna Achjuningrum kepada VOA mengungkapkan, perkembangan positif Kebun Binatang Surabaya dalam dua tahun terakhir, menjadi alasan banyaknya masyarakat maupun individu untuk terlibat secara langsung dalam pembangunan Kebun Binatang Surabaya.

“Memang berita-berita negatif sekarang kan sudah mulai agak menurun, kita juga sudah dipercaya Kementerian Kehutanan untuk memegang ijin LK (lembaga konservasi). Kita mulai membangun dan sudah mulai menyiarkan berita-berita positif, itu mengundang banyak orang untuk berperan menjadi sahabat satwa. Jadi mami Kartika Affandi ini juga berniat untuk menyumbangkan, yang bisa disumbangkan karena beliau maestro ya, ya lukisan itu, tapi lukisan beliau kan nilainya ratusan juta,” jelas Ratna Achjuningrum.

Ratna menambahkan, lukisan Kartika Affandi yang diperkirakan senilai 600 juta hingga 1 milyar rupiah, merupakan bentuk rasa memiliki dan keterlibatan masyarakat yang merupakan bagian dari Kebun Binatang Surabaya, untuk ikut serta membangun, memelihara dan melestarikan kebun binatang.

Hal ini diharapkan Ratna, akan dapat menjadi pancingan untuk masyarakat secara luas, baik individu maupun kelompok, agar terlibat dalam pelestarian satwa dan flora di Kebun Binatang Surabaya.

“Semua akan kita libatkan sebagai sahabat satwa, jadi itu mereka harus menjadi sahabat, tetapi tidak bentuk perikatan, kita tidak mau. Karena pinginnya, ya sudah kita memberikan dalam bentuk itikad baik, kepedulian, jadilah sahabat satwa tapi jangan mengklaim sebagai milik pribadi," kata Ratna Achjuningrum.

"Ibu Kartika ini juga seperti itu, saya akan menyumbangkan lukisan saya, tolong wujudkan menjadi sesuatu yang berguna buat masyarakat dan kebun binatang, tapi tidak ada ikatan apa pun,” lanjutnya.

Kartika Affandi yang sudah berusia 80 tahun ini berharap keberadaan Kebun Binatang Surabaya dapat semakin baik, terutama dalam hal pelestarian satwa dan flora yang ada di dalamnya.

“Ibu (saya) sangat mengharapkan ini dilestarikan, oleh karena pohonnya luar biasa bagus-bagusnya, dan binatang-binatang pun yang cukup banyak variasinya, jadi dilestarikan saja,” jelas Kartika Affandi.

XS
SM
MD
LG