Tautan-tautan Akses

MA Venezuela Dapat Putuskan Soal Pelantikan Chavez


Warga Caracas membawa foto Presiden Venezuela Presiden Hugo Chavez dalam doa bersama untuk kesembuhannya. (AP/Fernando Llano)

Warga Caracas membawa foto Presiden Venezuela Presiden Hugo Chavez dalam doa bersama untuk kesembuhannya. (AP/Fernando Llano)

Mahkamah Agung Venezuela dapat memutuskan keabsahan penundaan tanggal pelantikan Presiden Hugo Chavez menyusul prosedur kesehatan yang dilakukannya.

Ketua Mahkamah Agung Venezuela Kamis (20/12) menyatakan bahwa pihaknya dapat memutuskan keabsahan penundaan tanggal pelantikan Presiden Hugo Chavez selagi ia menjalani pemulihan setelah operasi terkait kanker yang keempat di Kuba.

Luisa Estella Morales menambahkan, masalah tersebut belum pernah diajukan ke Mahkamah Agung. Chavez dijadwalkan dilantik untuk masa jabatan enam tahun berikutnya pada 10 Januari. Tetapi komplikasi setelah operasi 11 Desember lalu dan sikap bungkamnya mengenai prosedur itu menimbulkan keraguan mengenai kesehatannya untuk diambil sumpah jabatannya.

Pernyataan Morales muncul setelah ketua parlemen Diosdado Cabello hari Selasa mengatakan acara pelantikan Chavez mungkin ditunda. Pernyataan ini menambah ketidakpastian mengenai prospek kepulihan Chavez.

Sikapnya bertentangan dengan pernyataan Wakil Presiden Nicolas Maduro yang ditunjuk Chavez sebagai penggantinya. Rabu lalu, Maduro menyatakan tidak ingin berspekulasi mengenai skenario tersebut dan bahwa Mahkamah Agung dapat menyelesaikan masalah tersebut bila perlu.

Konstitusi Venezuela menyatakan presiden harus diambil sumpahnya pada 10 Januari di hadapan parlemen Majelis Nasional.

Dalam pidatonya di televisi, Kamis, Maduro mengatakan Chavez dalam keadaan sadar dan terus pulih. Ia juga mengatakan Chavez beristirahat bersama keluarganya sambil menjalani perawatan karena infeksi paru-paru.
XS
SM
MD
LG