Tautan-tautan Akses

MA Rusia Perintahkan Tinjau Ulang Kasus Band Pussy Riot


Tiga perempuan anggota kelompok band Pussy Riot, dari kiri: Maria Alekhina, Yekaterina Samutsevich, dan Nadezhda Tolokonnikova (foto: dok).

Tiga perempuan anggota kelompok band Pussy Riot, dari kiri: Maria Alekhina, Yekaterina Samutsevich, dan Nadezhda Tolokonnikova (foto: dok).

Mahkamah Agung Rusia hari Kamis (12/12) memerintahkan peninjauan kembali kasus terhadap dua perempuan anggota band punk 'Pussy Riot'.

Mahkamah Agung Rusia telah memerintahkan peninjauan kembali kasus terhadap dua perempuan anggota band punk 'Pussy Riot' yang dipenjara atas tuduhan hooliganisme.

Mahkamah Agung mengatakan sidang sebelumnya tidak menunjukkan bukti atas satu bagian vonis itu yang mengatakan Nadezhda Tolokonnikova dan Maria Alyokhina dimotivasi oleh “kebencian pada salah satu kelompok sosial tertentu.”

Juga dikatakan pengadilan sebelumnya gagal mengkaji keadaan yang meringankan dalam menghukum mereka, seperti usia muda mereka dan status mereka sebagai ibu-ibu muda dari anak-anak di bawah umur.

Alyokhina dan Tolokonnikova dihukum atas tuduhan hooliganisme yang dimotivasi oleh rasa benci keagamaan karena melakukan doa punk menentang Presiden Rusia Vladimir Putin di altar gereja Ortodoks paling terkenal di Rusia pada awal 2012. Keduanya dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan dijadwalkan akan bebas bulan Maret mendatang. Seorang anggota band lainnya dijatuhi hukuman percobaan.

Band itu, yang anggotanya semua perempuan, memrotes dukungan gereja Ortodoks bagi Putin semasa ia mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga sebagai presiden Rusia yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Hukuman terhadap para anggota Pussy Riot itu telah menuai protes di seluruh dunia dan para pengecam mengatakan putusan itu merupakan indikasi meningkatnya tindakan keras Kremlin terhadap mereka yang berbeda pendapat.

Awal bulan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan RUU amnesti yang akan membebaskan banyak narapidana yang dihukum karena hooliganisme, dengan demikian membuka jalan bagi pembebasan kedua anggota band itu.
XS
SM
MD
LG