Tautan-tautan Akses

AS

Mahkamah Agung AS Pertimbangkan Kasus Diskriminasi Hijab


Samantha Elauf, ditolak saat melamar di toko Abercrombie di Tulsa, Oklahima tahun 2008 (foto: dok).

Samantha Elauf, ditolak saat melamar di toko Abercrombie di Tulsa, Oklahima tahun 2008 (foto: dok).

Kasus ini melibatkan perempuan Muslim, Samantha Elauf (17 tahun) ketika ia melamar pekerjaan di sebuah toko di Tulsa, Oklahoma tahun 2008.

Mahkamah Agung Amerika hari Rabu (25/2) mendengar pendapat tentang klaim diskriminasi oleh seorang perempuan Muslim yang ditolak bekerja di sebuah toko pakaian terkenal karena ia mengenakan hijab.

Samantha Elauf berusia 17 tahun ketika ia melamar pekerjaan di bagian penjualan toko Abercrombie & Fitch di kota Tulsa, Oklahoma tahun 2008. Petugas-petugas toko itu memutuskan ia tidak memenuhi kriteria “gaya dan penampilan” toko eceran itu. Tetapi toko itu mengatakan setelah itu pihaknya telah mengakomodasi kebutuhan agama para pekerja – jika diminta – dengan memperbolehkan perempuan mengenakan hijab.

Setelah gugatan hukum atas diskriminasi tersebut, juri menghadiahkan 20 ribu dolar kepada Elauf, tetapi pengadilan banding membatalkan putusan itu dengan menyimpulkan bahwa Abercrombie tidak berkewajiban membayar kerugian itu karena Elauf tidak pernah meminta toko itu mengakomodasi kebutuhan keagamaannya.

Mahkamah Agung sedang mempertimbangkan apakah calon karyawan yang menginginkan akomodasi kebutuhan keagaam perlu mengajukan permintaan,atau apakah pengusaha berkewajiban menentukan apakah diperlukan akomodasi kebutuhan keagamaan.

Mahkamah Agung tampaknya akan memutuskan kasus tersebut pada akhir bulan Juni mendatang.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG