Tautan-tautan Akses

AS

Mahkamah Agung AS Setujui UU Asuransi Kesehatan Obama


Para pendukung UU layanan kesehatan merayakan kemenangan setelah Mahkamah Agung AS mendukung dengan suara 5 banding 4, Kamis (28/6).

Para pendukung UU layanan kesehatan merayakan kemenangan setelah Mahkamah Agung AS mendukung dengan suara 5 banding 4, Kamis (28/6).

Mahkamah Agung Amerika memberi Presiden Barack Obama kemenangan besar, dengan mendukung UU layanan kesehatann yang kontroversial dengan suara 5 banding 4.

Mahkamah Agung Amerika hari Kamis memberi kemenangan besar kepada Presiden Barack Obama, dengan mengukuhkan bagian inti dari undang-undang asuransi kesehatan kontroversial itu dengan suara lima banding empat.

Yang disebut bagian inti itu adalah kewajiban tiap warga Amerika untuk membeli asuransi kesehatan atau dikenakan denda. Hakim Ketua John Roberts memihak hakim anggota yang lebih liberal dalam menyuguhkan opini mayoritas hakim dengan mengatakan, “karena konstitusi membenarkan pembelian demikian, maka bukanlah tugas mahkamah untuk melarangnya, atau menyetujuinya."

Hakim agung Stephen Breyer, Ruth Bader Ginsburg, Elena Kagan dan Sonia Sotomayor memberikan suara sama dengan John Roberts untuk mengukuhkan undang-undang itu.

Presiden Barack Obama memuji keputusan itu sebagai kemenangan bagi seluruh rakyat Amerika yang hidupnya akan lebih aman karena undang-undang itu dan keputusan Mahkamah Agung untuk mengukuhkannya.

Pemerintahan Obama berargumentasi bahwa “mandat individu” itu sah dalam konstitusi Amerika sebab semua warga Amerika akan membutuhkan layanan kesehatan pada suatu ketika dalam hidup mereka, dan tidak ada alternatif yang praktis kecuali asuransi.

Dua puluh enam negara bagian mengajukan tuntutan yang menentang undang-undang reformasi itu, dengan alasan individu tidak bisa dipaksa membeli asuransi, produk yang mungkin tidak mereka inginkan atau butuhkan.

Undang-undang asuransi kesehatan itu telah menjadi isu paling diperdebatkan dalam kampanye pemilu presiden 2012. Kandidat presiden dari Partai Republik Mitt Romney telah bertekad akan membatalkan undang-undang itu jika ia terpilih November mendatang.
XS
SM
MD
LG