Tautan-tautan Akses

AS

MA Amerika Dukung Larangan Pertimbangan Ras dalam Seleksi Mahasiswa


Mahkamah Agung AS menguatkan larangan penggunaan ras sebagai salah satu faktor penerimaan mahasiswa baru (foto: dok).

Mahkamah Agung AS menguatkan larangan penggunaan ras sebagai salah satu faktor penerimaan mahasiswa baru (foto: dok).

Putusan Mahkamah Agung AS hari Selasa (22/4) membatalkan putusan pengadilan federal lebih rendah yang menolak larangan tersebut.

Mahkamah Agung Amerika menguatkan larangan di negara bagian Michigan mengenai penggunaan ras sebagai salah satu faktor penerimaan mahasiswa baru.

Putusan hari Selasa (22/4) yang didukung 6 berbanding 2 itu menolak gugatan terhadap legislasi yang diloloskan berdasarkan referendum pada tahun 2006. Legislasi itu mengubah konstitusi negara bagian menjadi melarang apa yang disebut affirmative action dalam penerimaan mahasiswa baru.

Affirmative action adalah praktik memberikan pertimbangan khusus terhadap ras atau etnis minoritas. Tujuannya adalah untuk mengatasi diskriminasi yang membuat kelompok-kelompok tersebut kurang terwakili.

Putusan Mahkamah Agung itu membatalkan putusan pengadilan federal di tingkat yang lebih rendah yang menolak larangan tersebut.

Para pemilih di negara bagian California dan Washington telah meloloskan prakarsa serupa yang melarang affirmative action dalam bidang pendidikan, sementara negara-negara bagian lainnya menerapkan undang-undang atau keputusan gubernur untuk melarang praktik tersebut.
XS
SM
MD
LG