Tautan-tautan Akses

Lumpur Lapindo Meluap, Warga Sidoarjo Panik

  • Petrus Riski

Luapan lumpur panas Lapindo Brantas mengalir ke arah utara menuju permukiman di Desa Gempolsari, Sidoarjo. (VOA/Petrus Riski)

Luapan lumpur panas Lapindo Brantas mengalir ke arah utara menuju permukiman di Desa Gempolsari, Sidoarjo. (VOA/Petrus Riski)

Situasi ini membuat warga kembali mendesak penyelesaian pembayaran ganti rugi yang belum dibayarkan oleh perusahaan tersebut.

Warga Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin di Kabupaten Sidoarjo panik setelah mengetahui lumpur panas mengalir ke pekarangan rumah mereka, dari kolam penampungan lumpur di titik 68 wilayah desa tersebut.

Sekitar lima rumah warga terendam halamannya karena lumpur panas tersebut, setelah sejak pagi luapan lumpur mengalir cukup deras dari bekas jebolan tanggul di titik 68. Warga yang rumahnya terancam luberan lumpur adalah yang belum terbayarkan ganti ruginya dari PT. Minarak Lapindo Jaya.

Situasi ini membuat warga kembali mendesak penyelesaian pembayaran ganti rugi yang belum dibayarkan oleh perusahaan tersebut.

Sulastri, salah seorang warga yang halaman rumahnya tergenang lumpur, mengatakan telah meminta Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) segera memperbaiki tanggul untuk mencegah meluasnya luberan lumpur yang mengganggu aktivitas warga.

“Sangat mengganggu sekali toh mas, karena lumpurnya panas, kita semua takut, panik juga. Jam enam pagi, setengah jam itu sudah meluas lumpur itu. Sampai sekarang yang masuk halaman itu lima rumah, terus yang lainnya itu yang belakang-belakang rumah, pekarangan-pekarangan belakang rumah. Ya sangat memprihatinkan kita mau pindah ya juga pindah kemana, sama sekali belum dibayar," ujarnya.

Juru bicara BPLS, Dwinanto Hesti Prasetyo mengatakan, luapan lumpur lebih diakibatkan meningkatnya volume semburan, yang membuat aliran lumpur ke arah utara lebih deras.

“Sebetulnya lumpur yang ke arah jebolan ini sudah lama berlangsung, beberapa kali berlangsung, hanya kali ini mungkin semburannya cukup besar, dan aliran yang besar ini mengalir ke utara sehingga menyebabkan luberan di utaranya titik 68," ujarnya.

Pihaknya, menurut Dwinanto, akan segera melakukakan pengalihan aliran lumpur yang semula menuju ke arah utara atau ke rumah warga, untuk dialirkan ke arah timur ke dalam kolam penampungan yang sudah ada.

“Nanti kami coba lakukan penanganan darurat. Prinsipnya mengalirkan lumpur ini supaya tidak lagi ke utara dulu, mungkin kita ke timur ditampung di kolam yang ada di timurnya sehingga tidak sampai ke utara," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, menurut Kepala Seksi Sumber Daya Mineral, Dinas Koperindag dan ESDM, Agus Darsono, akan terus mengawasi pengerjaan perbaikan tanggul, untuk memastikan warga tidak terganggu oleh luberan lumpur panas.

“Kita pantau terus supaya ini segera tertangani. Ya tadi sudah kita lakukan mediasi dengan warga untuk hati-hati, bahwa dengan kejadian ini kalau ada apa-apa itu bisa segera ditangani," ujarnya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG