Tautan-tautan Akses

Luhut: BMKG Gagal Prediksi Tingkat Keparahan El Nino


Seorang tentara berusaha memadamkan api di lahan gambut di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (30/9). (Reuters/Antara/Nova Wahyudi)

Seorang tentara berusaha memadamkan api di lahan gambut di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (30/9). (Reuters/Antara/Nova Wahyudi)

Luhut Panjaitan, yang ditugasi oleh Presiden untuk memimpin respon pemerintah atas krisis kebakaran hutan, mengatakan BMKG tidak meramalkan tingkat keparahan dampak El Nino.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gagal memprediksi dampak-dampak fenomena cuaca El Nino tahun ini yang akan lebih parah dibandingkan tahun 1997, menurut Mentri Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan.

Kebakaran hutan telah menciptakan kabut asap yang menyelimuti Asia Tenggara dalam beberapa bulan terakhir, menurut pihak berwenang, dan membuat lebih dari setengah juta rakyat Indonesia menderita sakit pernafasan.

Luhut, yang ditugasi oleh Presiden Joko Widodo untuk memimpin respon pemerintah atas krisis tersebut, mengatakan BMKG tidak meramalkan tingkat keparahan dampak El Nino.

"Saya harus akui bahwa ada kesalahan dalam prediksi BMKG yang tidak memperkrakan El Nino tahun ini akan lebih buruk daripada tahun 1997," ujarnya pada wartawan. "Prediksi kita salah."

Sembilan belas orang telah tewas dalam upaya memadamkan api, dan dampak-dampak El Nino telah memperburuk musim kemarau, membuat pemadaman api lebih sulit lagi.

Seringkali sengaja dibakar oleh perusahaan perkebunan dan petani kecil, api telah membara selama berminggu-minggu di hutan dan laham gambut di Sumatera dan Kalimantan. Baru-baru ini, asap telah menyebar ke tempat-tempat seperti Papua.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan api diperkirakan akan betul-betul padam pada akhir November atau awal Desember. Provinsi-provinsi yang terkena kabut asap mulai mendapat hujan, yang diharapkan pihak berwenang akan membantu upaya pemerintah memadamkan api.

Pemerintah telah mengirim kapal-kapal perang untuk mengevakuasi bayi-bayi dan warga rentan lainnya dari daerah-daerah yang terkena kabut asap, namun evakuasi adalah upaya terakhir jika pemerintah tidak dapat lagi menyediakan perawatan bagi mereka yang menderita sakit pernafasan. [hd]

XS
SM
MD
LG