Tautan-tautan Akses

LSM India Beri Bantuan bagi Janda-janda yang Ditelantarkan


Janda-janda India ikut bergembira merayakan festival Hindu untuk memuja Dewi Durga di Kolkata (7/10). Banyak janda India yang masih ditelantarkan oleh lingkungannya.

Janda-janda India ikut bergembira merayakan festival Hindu untuk memuja Dewi Durga di Kolkata (7/10). Banyak janda India yang masih ditelantarkan oleh lingkungannya.

Hampir 2.000 janda yang ditelantarkan masyarakat dan keluarga mereka, tinggal di tempat penampungan pemerintah yang kurang memadai di Vrindavan, India utara.

Mahkamah Agung India tahun lalu mengatakan para perempuan itu harus diberikan sumber daya dan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjalani kehidupan mereka dengan secara layak.

Arati Mistry hampir menyerah dengan kehidupannya. Ia menikah pada usia 16 tahun dan menjadi janda hanya dua tahun kemudia. Perempuan yang kini berusia 55 tahun itu masih ingat betapa dia hampir-hampir tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ia menceritakan, "Saya sering bertanya-tanya, bagaimana saya bisa bertahan? Saya dihadapkan pada kesulitan. Saya dulu sering meminta-minta makanan dan bekerja di rumah-rumah orang. Saya tidak tahan lagi, karena itu saya datang ke sini."

Mistry dan hampir 900 janda lainnya di Vrindavan, India sekarang mendapatkan kesempatan baru, setelah diadopsi oleh organisasi non-pemerintah India, Sulabh International.

Setelah putusan Mahkamah Agung tahun lalu mencatat kondisi kehidupan janda yang memprihatinkan, pengadilan itu mengatakan bahwa Sulabh bisa membantu. Kini, kelompok yang mencari dana sendiri itu menyediakan makanan, perawatan medis, uang saku sekitar 40 dolar per bulan, sekolah dan pelatihan kejuruan bagi mereka yang tinggal di tempat-tempat penampungan yang dikelola pemerintah kota.

Pendiri Sulabh Bindeshwar Pathak mengatakan inisiatif organisasinya merupakan perubahan dramatis bagi banyak perempuan yang diusir dari rumah oleh anggota keluarga dan dikucilkan oleh masyarakat, dan seringkali mengemis dekat kuil-kuil untuk bertahan hidup.

"Sepuluh bulan lalu, mereka inginnya mati saja, sekarang mereka ingin hidup lebih lama agar bisa menikmati hidup, mereka sangat senang. Dengan cara itu kami telah mengubah jalan pikiran perempuan-perempuan ini, karena sekarang mereka menikmati banyak fasilitas," ujar Pathak.

Perubahan dalam masyarakat India berlangsung secara lambat dan selama berabad-abad janda dianggap pembawa kemalangan serta bahkan kadang-kadang dituduh sebagai penyebab kematian suami mereka. Banyak dari mereka terisolasi dan tidak diizinkan berpartisipasi dalam acara-acara keagamaan.

Banyak janda seperti Arti Mistry mengatakan layanan kesehatan gratis, standar hidup yang lebih tinggi dan fasilitas seperti televisi yang diberikan Sulabh telah membawa perubahan dramatis dalam kehidupan mereka dalam kurun waktu hanya beberapa bulan.

"Saya merasa sangat damai. Tuhan telah mengutus orang-orang ini kepadaku untuk memberikan kehidupan damai yang bahkan tidak bisa disediakan orang tua saya. Saya menjalani kehidupan baru yang penuh kedamaian," urai Mistry.

Para perempuan di tempat ini mengatakan mereka sekarang merasa memiliki tujuan hidup dan masa depan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
(Aru Pande/VOA).
XS
SM
MD
LG