Tautan-tautan Akses

AS

Los Angeles Adakan Pelatihan Hadapi Gempa Bumi

  • Mike O’Sullivan

Pakar seismologi dari California Institute of Technology, Egill Hauksson menerangkan terjadinya gempa di California 17 Maret 2014 lalu (foto: dok).

Pakar seismologi dari California Institute of Technology, Egill Hauksson menerangkan terjadinya gempa di California 17 Maret 2014 lalu (foto: dok).

Serangkaian gempa bumi yang mengguncang Los Angeles bulan Maret lalu, telah mengingatkan penduduknya untuk siap menghadapi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Gempa bumi berkekuatan 5.1 Skala Richter mengguncang Los Angeles bagian tenggara akhir Maret, menyebabkan sejumlah kerusakan, tetapi tidak ada korban serius. Warga khawatir karena beberapa gempa susulan melanda wilayah itu.

Di pusat operasi darurat Los Angeles County, anak-anak muda memilah-milah pasokan yang bisa bermanfaat di tengah bencana, mulai dari senter, baterai, sampai selimut. Mereka melakukan pelatihan dengan FEMA Corps, yang diasuh oleh Federal Emergency Management Administration dan dan AmeriCorps.

Pelatihan di pusat komando juga membantu memperlancar koordinasi di antara para petugas tanggap darurat. LA County memiliki 88 pusat urban dan banyak instansi, dan Leslie Luke dari Emergency Management Office mengatakan kawasan itu harus siap menghadapi kemungkinan bencana apa saja.

“Dalam sebulan saja terjadi kebakaran hutan, hujan lebat yang menyebabkan banjir lumpur, dan gempa bumi,” kata Leslie.

Di Palang Merah di Long Beach, pesan yang digalakkan adalah kesiapan, apalagi pakar mengatakan orang-orang harus bisa bertahan sendiri selama setidaknya tiga hari setelah bencana. Mereka akan memerlukan obat-obatan, kotak pertolongan pertama, makanan dan air. Petugas Palang Merah Margaret Arbini-Madonna kotak darurat mereka juga sebaiknya memiliki sebuah radio yang memiliki beberapa fungsi.

“Radionya memiliki alarm, lampu, dan radio AM-FM,” ujar Arbini.

Dia mengatakan warga sebaiknya menyimpan dokumen-dokumen penting dalam kotak penyimpanan tahan air, dan mudah diambil pada saat darurat. Dia menambahkan, saat gempa bumi, kita harus bereaksi cepat.

“Masuk ke bawah meja atau semacamnya yang bisa melindungi kepala dan leher dari benda-benda yang berjatuhan. Jadi jongkok, lindungi kepala dan bertahan sampai gempa berhenti,” papar Arbini selanjutnya.

Gempa bumi adalah fakta kehidupan di California, dan sebuah gempa berkekuatan delapan atau lebih tinggi bisa melanda sepanjang Patahan San Andreas dalam beberapa dasawarsa mendatang. Patahan itu membentang dari utara ke selatan melalui wilayah Kalifornia, dan ribuan orang tewas dalam gesekan patahan terbesar di dekat San Fransisco pada tahun 1906. Para ilmuwan mengatakan patahan itu bisa mendatangkan malapetaka lagi di California Utara, atau lebih dekat ke Los Angeles yang terletak di negara bagian California bagian selatan.

Tetapi gempa bumi lebih kecil yang mematikan bisa terjadi di dekat pusat urban, seperti gempa berkekuatan 6.7 Skala Richter yang melanda Northridge, California, 20 tahun lalu. Bencana itu menewaskan 50 orang.

Pakar seismologi Kate Hutton dari Institut Teknologi California mengatakan sistem peringatan dini sedang dikembangkan, mirip dengan yang kini digunakan di Jepang dan Mexico City. Sistem itu akan memberikan peringatakan beberapa detik setelah gempa melanda wilayah itu, ketika gelombang besar mendekati.

Hutton mengatakan, “Kita bisa berlindung di bawah meja, atau keluar dari lift, atau pelankan kereta atau berbagai aktivitas lain yang bisa dilakukan dalam waktu singkat.”

Tetapi dia mengatakan tidak ada cara untuk memprediksi gempa bumi, jadi bersikap waspada dan siaga setiap saat adalah pertahanan terbaik.
XS
SM
MD
LG