Tautan-tautan Akses

Longsor di Pangalengan Picu Ledakan Pipa Panas Bumi

  • R.Teja Wulan

Tim gabungan kepolisian, tim SAR, TNI dan relawan mengevakuasi korban dan menerjunkan alat berat ke lokasi bencana. (VOA/R. Teja Wulan)

Tim gabungan kepolisian, tim SAR, TNI dan relawan mengevakuasi korban dan menerjunkan alat berat ke lokasi bencana. (VOA/R. Teja Wulan)

Longsor di Pangalengan, Bandung, menimbun permukiman warga dan areal perkebunan. Selain itu material longsor dari Bukit Bedil menghantam pipa panas bumi milik Star Energy Geothermal dan mengakibatkan ledakan.

Musibah longsor di Pangalengan, Bandung, terjadi pada Selasa (5/5) sore sekitar pukul 15.00. Pada saat musibah terjadi, cuaca cukup cerah dan sebagian warga sedang beraktivitas di perkebunan serta di kolam pemancingan.

Longsor tersebut menimbun permukiman yang dihuni 55 kepala keluarga (KK) di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Lima orang tewas dalam peristiwa ini dan korban luka berat berjumlah 9 orang telah dirawat di Puskesmas setempat. Diperkirakan masih ada belasan orang lainnya yang tertimbun material longsor setebal kira-kira 4 meter.

Hingga saat ini proses evakuasi masih dilakukan oleh berbagai pihak, yaitu tim gabungan dari TNI, kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim sar, dan relawan. Pemerintah Kabupaten Bandung pun menetapkan status tanggap darurat atas bencana ini selama 7 hari ke depan. Sementara itu, untuk membantu evakuasi, Polres Bandung menerjunkan 100 personelnya ke lokasi bencana.

Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, “Yang telah kita lakukan adalah yang pertama mengevakuasi dan bekerja sama dengan muspika untuk para kepala keluarga yang masih ada agar menjauh dari TKP. Karena memang kita khawatirkan ada longsor susulan akibat dari labilnya tanah dan akibat ledakan yang menimbun rumah. Kemungkinan korban bertambah masih mungkin terjadi karena evakuasi masih dilakukan. Kita mengamankan lokasi dan barang-barang properti milik warga yang ditinggalkan untuk mengungsi di Balai Desa.”

Sebelum longsor terjadi, 10 hari sebelumnya retakan tanah sudah terlihat di Bukit Bedil yang merupakan pusat longsor. Retakan selebar kira-kira satu meter, dengan kedalaman 5 meter tersebut kemudian diteliti oleh petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG. Saat itu pula warga diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman karena retakan tersebut sangat berbahaya dan berpotensi longsor. Selain sifat tanah yang labil dan gembur, kurangnya pohon penyangga di kawasan ini menjadi salah satu penyebab longsor.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, saat meninjau lokasi bencana longsor, di Kampung Cibitung, Pangalengan. (VOA/R. Teja Wulan)

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, saat meninjau lokasi bencana longsor, di Kampung Cibitung, Pangalengan. (VOA/R. Teja Wulan)

Saat meninjau ke lokasi bencana, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, mengimbau agar penanaman pohon segera dilakukan di kawasan tersebut. “Saya kira untuk ke depannya, saya juga bicara dengan Pak Bupati (Bandung), bagaimana di sekitar situ ditanami tanaman tegak seperti kopi. Tanaman kopi kan akarnya kuat, fungsi konservasi, dan sifatnya tanaman tegakan, khususnya untuk daerah yang curam seperti ini. Apalagi di sini tempat produksi energi panas bumi. Dampaknya bukan hanya lokal di sini, tapi juga (pasokan listrik) di Jawa-Bali,” ujarnya.

Selain menimbun puluhan rumah warga, material longsor ini meluncur dan menghantam pipa panas bumi milik perusahaan Star Energy Geothermal. Akibatnya, ledakan hebat pun terjadi karena pipa panas bumi tersebut patah. Meski mengalami kerugian, pihak Star Energy tetap diminta oleh Pemerintah Kabupaten Bandung untuk membantu para korban. Bupati Bandung, Dadang Naser mengatakan, perusahaan tersebut telah siap membantu pembangunan kembali rumah warga korban longsor.

Dadang mengatakan, "Posko Star Energy sudah ada. Perusahaan juga menjamin sumur (panas bumi) sudah mati semua, ditutup semua. Star Energy juga akan membantu pembuatan rumah-rumah yang kena bencana, itu juga akan direlokasi. Kesehatan jelas, korban-korban yang dirawat di rumah sakit tanggung jawab Star Energy.”

Hingga kini proses evakuasi korban longsor masih terus berlangsung. Sebanyak 3 alat berat dikerahkan untuk menyisir lokasi longsor yang ketebalan tanahnya cukup dalam. Proses evakuasi tersebut sempat terkendala oleh luasnya areal terdampak longsor yang mencapai 5 hektar.

XS
SM
MD
LG