Tautan-tautan Akses

Lobster Maine, Hidangan Lezat bagi Warga Tionghoa


Lobster Maine
Lobster Maine

Satu hidangan yang tidak bisa dilewatkan di negara bagian Maine di Timur Laut Amerika, adalah udang besar atau lobster. Lobster dari Maine tidak hanya disukai oleh warga Amerika, tetapi juga semakin disukai oleh konsumen Asia.

Lobster dari Maine ini, menjadi menu utama pada acara santap malam kenegaraan ketika Presiden China, Xi Jin-ping megunjungi Gedung Putih.

Persatuan Penyalur Lobster Maine, Annie Tselikis mengatakan, "Spesies ini ditemukan di kawasan mulai dari Newfoundland di Canada sampai ke North Carolina di Amerika. Tetapi, hampir 90 persen kegiatan penangkapan lobster ada di negara bagian Maine, Amerika."

Chris Welch mulai belajar menangkap lobster pada usia enam tahun. Kini, ia menjadi pencari lobster musiman dengan pengalaman 20 tahun.

Welch mengatakan, "Tiga tahun lalu, harga lobster sedang-sedang saja. Rata-rata sekitar dua setengah sampai tiga dolar per pon. Tahun ini harganya bagus, lebih baik daripada yang saya ingat di tahun-tahun lalu."

Welch menjual lobster hasil tangkapannya ke penyalur setempat, "Lobster Company" milik Stephanie Nadeau.

Stephanie mengatakan, "Kami terutama mengekspor lobster ke Asia, mungkin sekitar 80 persen ke China dan 20 persen lainnya ke negara-negara lain di Asia,Thailand, Malaysia, Singapura, Korea, dan Jepang."

Pada pukul 9 pagi, pekerja sibuk menyiapkan pesanan dari Hongkong. Tantangan terbesar adalah logistik, karena mereka hanya mempunyai waktu 36 jam dari saat lobster itu dikemas sampai tiba di China untuk memastikan lobster itu tiba dalam keadaan bagus.

Ekspor makanan laut Amerika berkembang pesat akhir-akhir ini, terutama disebabkan makin tingginya ekspor lobster. Stephanie Nadeau mengirim lebih dari 23.000 kilograms lobster ke Asia setiap minggu lewat udara.

"Lobster dari Maine lebih murah dibanding lobster berduri Australia yang mereka beli selama bertahun-tahun di China Selatan. Harga-nya sangat mahal, itulah sebabnya pengimpor China lebih berminat mengimpor lobster dari Maine, karena harganya mungkin sepertiga dari lobster Australia," kata Nadeau.

Permintaan yang meningkat dari pasar Asia membawa perubahan bagi penangkap lobster seperti Chris Welch.

"Saya rasa apa yang berubah untuk kami adalah kami bisa menangkap sedikit lobster dan masih menguntungkan, atau menangkap lebih banyak dan meraih pendapatan lebih besar," kata Welch.

Persatuan Penyalur Lobster Maine tetap memastikan agar lobster dapat dipanen secara berkelanjutan.

Annie Tselikis, direktur Persatuan Penyalur Lobster Maine mengatakan, "Kami tidak menangkap lobster kecil. Kami juga tidak menangkap lobster besar. Lobster kecil perlu waktu menjadi dewasa dan lobster besar merupakan bibit unggul bagi populasi lobster di negara bagian Maine."

Dengan melonjakya permintaan akan lobster, ijin menangkap lobster yang dimiliki Chris Welch semakin berharga. Pemerintah Maine hanya akan mengeluarkan satu ijin baru kepada penangkap lobster baru untuk setiap tiga ijin yang sudah kadaluwarsa, sehingga membuat sulit untuk masuk ke dalam bisnis lobster yang bernilai 300 juta dolar itu. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG