Tautan-tautan Akses

Lion Air Berencana Buka Penerbangan ke China


Pesawat Lion Air lepas landas dari Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya.

Pesawat Lion Air lepas landas dari Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya.

Lion Air, yang merupakan bagian dari Lion Group yang berbasis di Jakarta, berencana membuka rute ke Guangzhou, Shanghai dan kota-kota lain di China.

Maskapai penerbangan berbiaya rendah Lion Air berencana memulai penerbangan ke China bulan depan, menyasar pasar dengan pertumbuhan cepat dimana bisnis dapat mencakup 5-7 persen dari pendapatan maskapai tersebut, menurut para eksekutif senior, Senin (2/11).

Perusahan itu tidak mengungkapkan kerangka waktu untuk proyeksi pendapatan dari China ini, namun Lion Air, yang merupakan bagian dari Lion Group yang berbasis di Jakarta, berencana membuka rute ke Guangzhou, Shanghai dan kota-kota lain di China, menurut Presiden Direktur Lion Group, Edward Sirait.

Ia mengatakan perusahaan tersebut, yang tidak mengungkapkan rincian pendapatannya, sedang mencari izin penerbangan dari pihak berwenang di China.

"Salah satu dari negara-negara terbesar untuk pariwisata ke luar adalah China. Jika kakmi bisa mendapatkan izin rute, 10 pesawat tidak cukup untuk melayani kota-kota itu," ujar Edward, di sela-sela upacara Lion Air untuk menandai pengiriman sebuah jet Airbus baru seri A330-300.

CEO Lion Air Rudy Lumingkewas mengatakan maskapai itu memperkirakan kedatangan dua lagi Airbus serupa, dengan harga masing-masing US$260 juta, pada akhir tahun.

Lion Air, perusahaan swasta yang didirikan taipan Indonesia Rusdi Kirana, mendapatkan mayoritas pendapatannya dari penerbangan-penerbangan domestik dan bersaing dengan maskapai-maskapai seperti AirAsia Bhd dan PT Garuda Indonesia Tbk.

Namun pada kuartal kedua, Indonesia menghadapi pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam enam tahun akibat jatuhnya belanja konsumen, meningkatkan jumlah pengangguran dan anjloknya harga-harga komoditas.

Meski demikian, permintaan nasional akan penerbangan udara diperkirakan akan naik tahun depan, ujar Edward, tumbuh sekitar 15 persen dibandingkan dengan 10-11 persen tahun 2015 setelah pemerintah memperkenalkan kebijakan-kebijakan stimulus ekonominya.

Lion Air sebelumnya telah berencana melakukan penawaran saham ke publik (IPO) untuk menggalang dana Rp 10 triliun dalam kuartal pertama 2016. Namun Rusdi mengatakan kepada Reuters bulan Juni bahwa hal itu kemungkinan ditunda karena kondisi pasar yang lemah.

Grup ini masih mengkaji rencana IPO tersebut dan belum memiliki jadwal yang pasti, ujar Edward hari Senin.

"Kami belum yakin bahwa jika kami menjual saham-saham kami, saham-saham itu akan segera diserap oleh pasar sekarang." [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG