Tautan-tautan Akses

Lindungi Nilai Yuan, China Jual Stok T-Bills Amerika


Petugas menghitung yuan Cina dan uang kertas dolar AS di cabang Bank of China di Taiyuan, China, 4 Januari, 2016. (Foto: dok). Nilai mata uang China mulai tergelincir sejak Donald Trump terpilih menjadi presiden.

Petugas menghitung yuan Cina dan uang kertas dolar AS di cabang Bank of China di Taiyuan, China, 4 Januari, 2016. (Foto: dok). Nilai mata uang China mulai tergelincir sejak Donald Trump terpilih menjadi presiden.

Posisi China sebagai pemegang terbesar surat-surat berharga atau T-Bills Amerika, baru-baru ini jatuh dan kini peringkat itu diduduki oleh Jepang.

Penguasa China mengorbankan posisi yang disegani yang bernilai finansial dan diplomatik yang signifikan itu, dalam upaya mereka untuk melindungi nilai Yuan agar tidak anjlok.

Perjuangan ini akan menjadi semakin sulit pada 2017, karena Yuan diperkirakan akan menjadi lebih tertekan pada saat Donald Trump berkuasa, demikian pendapat para analis.

China kini menyimpan T-bills senilai $1.115 triliun, dan keanjlokan sebesar $41.3 milyar terjadi pada Oktober. Demikian dilaporkan Departemen Keuangan Amerika. Ini merupakan kejatuhan bulan kelima berturut-turut.

Penjualan besar-besaran ini dipicu oleh kebutuhan untuk menggalang dana guna menghindari anjloknya mata uang Yuan. Pelarian modal terus menerus oleh warga China yang kaya dan penguatan dolar merupakan faktor-faktor utama bagi turunnya nilai Yuan. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG