Tautan-tautan Akses

5 Tewas dalam Serangan Restoran di Mali


Para petunias kesehatan berdiri di luar restoran La Terrasse tempat militan membunuh lima orang, termasuk seorang warga negara Perancis dan seorang warga negara Belgia, dalam sebuah serangan bersenjata di Bamako, 7 Maret 2015. (REUTERS/Adama Diarra)

Para petunias kesehatan berdiri di luar restoran La Terrasse tempat militan membunuh lima orang, termasuk seorang warga negara Perancis dan seorang warga negara Belgia, dalam sebuah serangan bersenjata di Bamako, 7 Maret 2015. (REUTERS/Adama Diarra)

Kelompok bersenjata menewaskan setidaknya lima orang dan mencederai sejumlah lain dalam serangan terhadap sebuah restoran di Bamako, ibukota Mali.

Serangan di restoran La Terrasse itu terjadi Sabtu (7/3) pagi. Seorang pelakunya lari ke dalam restoran itu dan melepaskan tembakan ke arah para tamu, lalu melarikan diri dengan mobil yang dikendarai pelaku lainnya, menurut polisi.

Dua orang telah ditahan, tetapi polisi belum mengkonfirmasi kaitan keduanya dengan serangan itu.

Tiga orang Mali, satu orang Perancis dan satu warga Belgia tewas. Restoran itu terletak di kawasan yang ramai dikunjungi orang asing.

Presiden Perancis Francois Hollande menyebut aksi itu “serangan pengecut” dan mengatakan keamanan telah diperketat di kedutaan dan fasilitas Perancis lainnya di negara itu yang bekas jajahan Perancis.

Perancis ikut membantu merebut sejumlah wilayah Mali utara yang dikuasai pemberontak dan pejuang terkait al-Qaida. Perancis saat ini menempatkan sekitar 3.000 tentara disana.

Pemerintah Mali baru-baru ini menandatangani perjanjian perdamaian awal dengan sejumlah kelompok pemberontak, tetapi belum dengan aliansi pemberontak utama Tuareg.

Al Akhbar, situs berita di Mauritania, melaporkan bahwa kelompok al-Mourabitoun yang terkait al-Qaida telah mengaku bertanggungjawab atas serangan di restoran itu.

Situs berita itu sering memasang pernyataan oleh para militan Islam di Mali.

XS
SM
MD
LG