Tautan-tautan Akses

50 Pemrotes dari Filipina Mendarat di Pulau Sengketa


Pulau Pagasa, salah satu pulau di kepulauan Spratly yang menjadi sengketa dengan China (Foto:dok).

Pulau Pagasa, salah satu pulau di kepulauan Spratly yang menjadi sengketa dengan China (Foto:dok).

Sekitar 50 orang pemrotes warga Filipina, yang sebagian besar mahasiswa, telah mendarat di sebuah pulau terpencil di Laut China Selatan untuk menarik perhatian pada apa yang mereka tuduh pelanggaran China yang meningkat di daerah itu.

China, yang mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, telah mengutarakan kemarahan atas pendaratan itu dan juru bicara kementerian luar negeri Lu Kang mengatakan hari Senin (28/12), “Kami sekali lagi mendesak Filipina agar mundur dari pulau-pulau yang didudukinya secara illegal.”

Selain Filipina dan China, Brunai, Malaysia, Taiwan dan Vietnam juga mengklaim wilayah di daerah itu. Kelompok pemrotes tadi mendarat di Pagasa di kepulauan Spratly hari Sabtu dan mengatakan mereka akan meninggalkannya sebelum hari Rabu. Pemerintah Filipina tidak mendukung pendaratan itu dengan alasan keselamatan dan keamanan.

Namun, Filipina telah mengajukan tuntutan di mahkamah arbitrase di Den Haag, menentang pembangunan pulau dan patroli angkatan laut China di daerah itu. Dan Amerika Serikat serta Australia telah melakukan operasi kebebasan pelayaran di Laut China Selatan.

China mengatakan panel di Den Haag tidak berwenang membuat keputusan dalam kasus itu. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG